Kinerja dan Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Ayam Petelur di Kabupaten Sleman
Hengky Kurniawan, Prof. Jamhari, S.P., M.P.
2025 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis
Perkembangan peternakan ayam petelur mengalami peningkatan yang signifikan terutama pada kebutuhan jumlah telur ayam. Di Kabupaten Sleman peternak telur ayam yang cukup tinggi mengakibatkan jumlah telur ayam meningkat, maka perlu di lakukan kajian mengenai kelayakan usaha peternakan ayam petelur dan pengembangan usaha pada peternak yang berguna untuk meningkatkan produksi dan penjualan. Tujuan utama penelitian adalah (1) Mengetahui kelayakan secara finansial peternakan ayam petelur di Kabupaten Sleman, (2) Merumuskan strategi pengembangan usaha peternakan ayam petelur yang tepat di Kabupaten Sleman. Kemudian untuk mengetahui kinerja usaha menggunakan analisis kelayakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PP). Dan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha peternakan ayam petelur di Kabupaten Sleman menggunakan analisis Faktor Internal (kekuatan dan kelemahan) dan Faktor Eksternal (peluang dan ancaman). Penentuan sampel dilakukan dengan sengaja (purposive) di empat Kapanewon yaitu Tempel, Pakem, Cangkringan, dan Ngemplak. Responden yang dipilih adalah peternak ayam petelur berjumlah 51 Peternak dan formulasi strategi pengembangan dilengkapi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan dan Penyuluh di Kabupaten Sleman sehingga total responden menjadi 56 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan analisis finansial, usaha peternakan ayam petelur pada ketiga strata (skala usaha) dinyatakan layak untuk diusahakan. Analisis matriks IFE dan EFE berada pada posisi usaha pada kuadran I, yang mendukung strategi pertumbuhan agresif (Growth-oriented strategy) dengan strategi prioritas S-O (Strengths-Opportunities). Meliputi (1) Melakukan ekspansi pasar dengan memanfaatkan kualitas telur yang unggul untuk memenuhi permintaan pasar. (2) Meningkatkan loyalitas pelanggan melalui edukasi pentingnya protein (3) Mengembangkan diversifikasi produk seperti telur omega dan produk sampingan (ayam afkir dan pupuk organik) (4) Memanfaatkan kemudahan akses obat-obatan dan vaksin.
The development of egg-laying chicken farming has seen significant growth, particularly in terms of egg demand. In Sleman Regency, the high number of egg farmers has led to an increase in egg production, necessitating a study on the feasibility of egg-laying chicken farming and business development strategies for farmers to enhance production and sales. The primary objectives of this study are (1) to assess the financial viability of egg-laying chicken farming in Sleman Regency, and (2) to formulate appropriate business development strategies for egg-laying chicken farming in Sleman Regency. To assess business performance, the following feasibility analyses were used: Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C), and Payback Period (PP). To determine the development strategy for layer chicken farming in Sleman Regency using an analysis of internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats). The sample was selected purposively in four Kapanewon, namely Tempel, Pakem, Cangkringan, and Ngemplak. The selected respondents were 51 egg-laying chicken farmers, and the development strategy formulation was supplemented by the Agriculture and Livestock Service and Extension Officers in Sleman Regency, bringing the total number of respondents to 56. The analysis results showed that based on financial analysis, egg-laying chicken farming businesses at all three strata (business scales) were deemed viable. The IFE and EFE matrix analysis placed the layer chicken farming business in Sleman Regency in Quadrant I, supporting an aggressive growth strategy (Growth-oriented strategy) with a priority strategy of S-O (Strengths-Opportunities). Covering (1) Expanding the market by leveraging the superior quality of eggs to meet market demand. (2) Strengthening customer loyalty through education on the importance of protein. (3) Developing product diversification such as omega eggs and by-products (spent hens and organic fertilizer). (4) Leveraging easy access to medicines and vaccines.
Kata Kunci : Kinerja usaha, strategi Pengembangan, Ayam petelur, Kelayakan usaha, analisis SWOT, Strategi Prioritas.