Waktu Luang dalam Bayang-Bayang Ketidakpastian Masyarakat Risiko: Studi Persepsi dan Pengalaman Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
Chiquitha Tiara Fithiadi Sedjati, Dr. Hakimul Ikhwan, S.Sos., M.A.
2025 | Skripsi | Sosiologi
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman dan persepsi mahasiswa Universitas Gadjah Mada terhadap waktu luang, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk pilihan aktivitas dalam mengisi waktu luang tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketegangan antara asosiasi intuitif mahasiswa terhadap waktu luang sebagai ruang istirahat dan pemulihan, dengan kenyataan yang mereka hadapi ketika waktu luang justru disusupi oleh aktivitas produktif. Menggunakan kerangka masyarakat risiko, penelitian ini menemukan bahwa akses dan pengalaman waktu luang mahasiswa mengalami kondisi kerentanan yang dimanifestasikan melalui tiga gejala utama: individualisasi dan refleksivitas, pengaburan batas antara kerja dan non-kerja, serta desinkronisasi temporal yang menghambat waktu luang kolektif. Selain itu, analisis dengan model SCCASMIL menunjukkan bahwa realitas waktu luang mahasiswa dibentuk oleh interaksi antara negara, institusi pendidikan, dan korporasi. Meskipun demikian, mahasiswa masih memiliki ruang agensi melalui strategi adaptasi dan resistensi dalam menghadapi tekanan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu luang mahasiswa tidak dapat dipahami sebagai ruang yang bebas dan netral, melainkan sebagai arena negosiasi yang dipengaruhi oleh dinamika struktural dan sosial yang kompleks.
This study aims to understand the experiences and perceptions of Universitas Gadjah Mada students regarding leisure time, as well as to identify the factors that shape their choices of leisure activities. Employing a case study approach, data were collected through in-depth interviews and observations. The findings reveal a tension between students’ intuitive associations of leisure as a space for rest and recovery, and the reality they encounter when leisure is infiltrated by productive activities. Using the framework of the risk society, the study finds that students’ access to and experience of leisure are marked by precarity, manifested through three main conditions: individualization and reflexivity, the blurring of boundaries between work and non-work, and temporal desynchronization that hinders collective leisure. Furthermore, analysis using the SCCASMIL model demonstrates that the reality of student leisure is shaped by the interactions among the state, educational institutions, and corporations. Nevertheless, students retain a degree of agency through adaptive and resistant strategies in facing these pressures. This study concludes that student leisure cannot be understood as a free and neutral space, but rather as a site of negotiation influenced by complex structural and social dynamics.
Kata Kunci : waktu luang, mahasiswa, masyarakat risiko