Pendekatan Analisis Willingness to Pay dan Sistem Dinamis untuk Meningkatkan Keberlanjutan Rantai Pasok Kakao di Indonesia
Wednes Aria Yuda, Prof. Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE, Ph.D. ; Dr. Atris Suyantohadi, S.T.P., MT.
2025 | Tesis | S2 Teknologi Industri PertanianPenelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan drastis pendapatan petani kakao di Indonesi yang berpotensi turun hingga di bawah garis kemiskinan, yang disebabkan oleh rendahnya produktivitas dan adopsi praktik pertanian yang tidak optimal. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak kebijakan floor price dan sertifikasi terhadap kesejahteraan petani kakao serta merumuskan rekomendasi kebijakan holistik. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan System Dynamics Modeling (SDM) untuk simulasi skenario (pesimis, moderat, optimis) dan Contingent Valuation Method (CVM) untuk mengukur Willingness to Pay (WTP) konsumen, dengan data primer dan sekunder dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan floor price Rp50.000–57.500/kg dan sertifikasi dapat meningkatkan produktivitas hingga 2 ton/ha dan pendapatan petani mencapai Rp6 juta/bulan pada skenario optimis, diperkuat oleh WTP konsumen hingga 23,5%, meskipun harga tinggi masih teridentifikasi sebagai kendala utama WTP (40%). Implikasi kebijakan yang disarankan mencakup subsidi harga 10–15%, peningkatan distribusi di 50% wilayah urban, dan edukasi untuk menjembatani attitude-behavior gap. Hal ini menegaskan bahwa integrasi SDM-CVM efektif mendukung keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan rantai pasok kakao nasional.
This research is motivated by the drastic decline in Indonesian cocoa farmers' income to below the poverty line, primarily due to low productivity and suboptimal agricultural practices. It aims to analyze the impact of floor price policies and certification on cocoa farmers' welfare and to formulate mid term 5 years policy recommendations. The methodology employs System Dynamics Modeling (SDM) for scenario simulations (pessimistic, moderate, optimistic) and the Contingent Valuation Method (CVM) to measure consumer Willingness to Pay (WTP), utilizing both primary and secondary data. The results indicate that a floor price policy of Rp50,000–57,500/kg and certification can increase productivity up to 2 tons/ha and farmer income to Rp6 million/month in the optimistic scenario, reinforced by consumer WTP up to 23.5%, although high price is identified as the primary constraint for WTP (40%). Policy implications suggested include 10–15% price subsidies, enhanced distribution in 50% of urban areas, and education to bridge the attitude-behavior gap, affirming that the integration of SDM-CVM effectively supports the social, economic, and environmental sustainability of the national cocoa supply chain.
Kata Kunci : Keberlanjutan kakao Indonesia, System Dynamics Modeling (SDM), Contingent Valuation Method (CVM), Willingness to Pay (WTP), Floor Price.