Laporkan Masalah

Kajian Ulang terhadap Revitalisasi Batik "Ambarawa"

Fitri Nuraeni, Dr. Rr. Paramitha Dyah F., M. Hum./Dr. Sri Margana

2025 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Batik “Ambarawa” dalam kajian ini merupakan nama sebuah arsip batik di Troupenmuseum Belanda yang dipergunakan sebagai acuan dalam melakukan revitalisasi batik oleh komunitas batik di Ambarawa. Koleksi batik Troupenmuseum tersebut dianggap sebagai warisan leluhur oleh komunitas batik Ambarawa sehingga merasa perlu dilakukan pelestarian melalui revitalisasi. Batik “Ambarawa” dibuat oleh pasangan seniman bernama Quirien Krijnen dan Nelly Krijnen di Studio Emulasi di Batavia. Tuan dan Nyonya Krijnen tertarik pada batik hingga mampu mengembangkan cirinya sendiri pada batik kain sutra metode Quirien A.A. Krijnen. Terdapat 83 pola batik karya Tuan dan Nyonya Krijnen yang menjadi koleksi di Troupenmuseum. Penulis tertarik untuk mengetahui perwujudan batik tersebut dan mengetahui latar belakang penamaan arsip tersebut hingga menjadi Batik Ambarawa. Perwujudan Batik “Ambarawa” akan dikaji mempergunakan Analisis Formal Edmund Burke Feldman (1967).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keotentikan pola batik koleksi Troupenmuseum sebagai Batik Ambarawa, mengetahui proses batik karya Tuan dan Nyonya Krijnen menjadi koleksi dari Troupenmuseum dan dinamakan Batik Ambarawa, mengetahui karakteristik Metode Batik Quirien A.A. Krijnen dan mengetahui proses pengembangannya di Hindia Belanda, serta memahami perlunya kajian ulang terhadap proses revitalisasi Batik “Ambarawa” yang dilakukan oleh komunitas batik Ambarawa. Penelitian ini dapat menjadi sumber referensi bagi masyarakat Ambarawa dalam merevitalisasi batik “Ambarawa”. Penelitian ini mempergunakan metode penelitian kualitatif untuk memahami dan mengkaji suatu fenomena dalam suatu peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat yang memerlukan pengamatan lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menentukan batasan dan objek penelitian, studi pustaka, dan studi lapangan. Analisis data dilakukan dengan menerapkan Analisis Formal Edmund Burke Feldman. Menurut Analisis Formal oleh Feldman, perlu dilakukan deskripsi, analisis, interpretasi, dan evaluasi (penilaian) terhadap batik Quirien Krijnen dan Nelly Krijnen. Penulis perlu melakukan kajian ulang terhadap proses revitalisasi Batik “Ambarawa” yang dilakukan oleh komunitas batik Ambarawa dikarenakan kurang tepatnya penggunaan batik karya Tuan dan Nyonya Krijnen sebagai pedoman revitalisasi tersebut.

Batik “Ambarawa” in this study is the name of a batik archive in the Dutch Troupenmuseum that is used as a reference in revitalizing batik by the batik community in Ambarawa. The Troupenmuseum’s batik collection is considered an ancestral heritage by the Ambarawa batik community, so it feels the need to preserve it through revitalization. The “Ambarawa” Batik was created by an artist couple named Quirien Krijnen and Nelly Krijnen at Studio Emulasi in Batavia. Mr. and Mrs. Krijnen were interested in batik to the extent that they were able to develop their own characteristics on the silk cloth batik of the Quirien A.A. Krijnen Method. There are 83 batik patterns by Mr. and Mrs. Krijnen in the collection at Troupenmuseum. The author is interested in knowing the realization of the batik and the background of the naming of the archive to become Batik “Ambarawa”. The realization of Batik “Ambarawa” will be studied using Edmund Burke Feldman’s Formal Analysis (1967).

This study aims to determine the authenticity of the batik pattern of the Troupenmuseum collection as Batik “Ambarawa”, to know the process of batik by Mr. and Mrs. Krijnen to become a collection of the Troupenmuseum and named Batik Ambarawa, to know the characteristics of Quirien A.A. Krijnen’s Batik Method and to know the process of its development in the Netherland Indies, and to understand the need for reexamination of the revitalization process of Batik “Ambarawa” carried out by the Ambarawa batik community. This research can be a reference source for the Ambarawa community in revitalizing “Ambarawa” batik. This research uses qualitative research methods to understand and examine a phenomenon in an event that occurs in the community that requires field observations. Data collection method was done by determining the community that requires field observations. Data collection was done by determining the boundaries and objects of research, literature study, and field study. Data analysis method was carried out by applying Edmund Burke Feldman’s Formal Analysis. According to Feldman’s Formal Analysis, it is necessary to describe, analyze, interpret, and evaluate Quirien Krijnen and Nelly Krijnen’s batik. The author needs to reexamination the revitalization process of Batik “Ambarawa” carried out by the Ambarawa batik community due to the inaccurate use of Quirien Krijnen and Nelly Krijnen’s batik as a guideline for the revitalization.

Kata Kunci : Batik Ambarawa, Quirien Krijnen, Analisis Formal Feldman

  1. S2-2025-490735-abstract.pdf  
  2. S2-2025-490735-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-490735-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-490735-title.pdf