Geothermal Narratives and Grassroots Resistance: Studying Religion and Culture to Decolonize Frameworks of Energy Transitions
Martha Hesty Susilowati, Dr. Samsul Maarif; Dr. Jonathan Davis Smith
2025 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya
Penelitian ini mengkaji wacana yang terpolarisasi seputar proyek energi panas bumi di Indonesia, dengan fokus pada ketegangan antara narasi para pendukung dan perlawanan komunitas akar rumput. Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana gerakan masyarakat lokal memanfaatkan agama, budaya, dan pengetahuan adat dalam perlawanan mereka terhadap proyek panas bumi yang seringkali dibingkai oleh para pendukung sebagai energi bersih. Penelitian ini didorong oleh pertanyaan-pertanyaan kunci: Bagaimana komunitas lokal menggunakan aset-aset budaya, adat, dan religius untuk menolak eksplorasi dan eksploitasi panas bumi? Apa saja narasi yang saling bertentangan antara para pendukung dan komunitas akar rumput, dan bagaimana narasi-narasi tersebut dibentuk serta diperdebatkan? Studi ini juga menyelidiki konflik nyata yang muncul dari perbedaan perspektif ini dengan menelaah bagaimana masing-masing narasi digunakan secara strategis dari kedua belah pihak, baik dalam bentuk penerimaan maupun penolakan. Selain itu, penting juga untuk memahami bagaimana masyarakat memperjuangkan pelestarian lingkungan dan merumuskan strategi untuk melindungi komunitas yang termarjinalkan. Kerangka teoritis penelitian ini berakar pada teori gerakan sosial, paradigma masyarakat adat, agama sebagai praktik yang dijalani, teori interseksionalitas kekuasaan, dan konsep dekolonialitas dalam wacana energi hijau. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, studi ini menggunakan pendekatan Collaborative Participatory Action Reseach (Penelitian Tindakan Partisipatif Kolaboratif), yang menggabungkan studi pustaka, diskusi komunitas, dan kerja lapangan untuk mengamati respon masyarakat secara langsung. Dengan menganalisis narasi dan strategi yang digunakan oleh para pendukung serta komunitas akar rumput, penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana agama, pengetahuan adat, dan praktik budaya dimobilisasi dalam perlawanan terhadap proyek lingkungan, serta berkontribusi pada diskusi yang lebih luas mengenai isu energi dan lingkungan.
This research examines the polarized discourses surrounding geothermal energy projects in Indonesia, focusing on the tension between proponents’ narratives and grassroots community resistance. The study seeks to understand how local community movements employ religion, culture, and indigenous knowledge in their resistance to geothermal projects, which are often framed by the proponents as clean energy. The research is driven by key questions: How do local communities employ cultural, indigenous, and religious assets to resist geothermal explorations and exploitations? What are the contrasting narratives between the proponents and the grassroots, and how are these narratives constructed and contested? The study also investigates real-life conflicts arising from these differing perspectives, exploring how each narrative is instrumentalized from both sides, whether through acceptance or resistance. Other than that, it’s important to understand how the community advocates for environmental preservation and identifies strategies to safeguard marginalized communities. The theoretical framework is grounded in the study of social movement theory, indigenous paradigm, lived religion, power-intersectionality theory, and the concept of decoloniality toward the green energy discourse. To address the research questions, this study applies a Collaborative Participatory Action Research approach, combining desk studies, communities’ discussion and fieldwork to observe communities' responses in real-time. By analyzing the narratives and strategies employed by both the proponents and grassroots communities, this research aims to provide a nuanced understanding of how religion, indigenous knowledge and cultural practices are mobilized in environmental resistance and contribute to broader discussions on energy and environment issues.
Kata Kunci : Geothermal, Movements, Community, Religion, Culture