Peran Model Kepemimpinan Kepala Daerah dalam Pengembangan Kampung Tematik dan Dampaknya terhadap Pendapatan Pelaku UMKM di Kota Banjarbaru
Muhammad Rizki Irfani, Dr. Agus Joko Pitoyo, MA; Dr. Mulyadi Sumarto, M.P.P.; Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2025 | Disertasi | S3 STUDI KEBIJAKAN
Kampung Tematik menjadi salah satu pendekatan pembangunan berbasis komunitas yang digagas oleh Pemerintah Daerah sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dan penguatan potensi ekonomi lokal. Keterbatasan sumber daya alam mendorong Kepala Daerah agar melakukan inovasi yang berdampak bagi peningkatan pendapatan rumah tangga pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kampung Tematik sendiri merupakan inisiatif berbasis komunitas yang menekankan identitas lokal sebagai daya tarik wisata dan pendorong pertumbuhan ekonomi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pengembangan Kampung Tematik, menganalisis model kepemimpinan yang digunakan Kepala Daerah dalam pengembangan Kampung Tematik, dan mengevaluasi implikasi pengembangan Kampung Tematik terhadap pendapatan rumah tangga pelaku UMKM.
Sejumlah kesenjangan dalam literatur yang relevan membuat penelitian ini penting untuk dilakukan. Pertama, model kepemimpinan belum banyak diteliti dalam konteks pengembangan Kampung Tematik. Kedua, Kampung Tematik banyak diposisikan sebagai instrumen pariwisata, tetapi kurang dieksplorasi sebagai strategi ekonomi yang dipengaruhi oleh model kepemimpinan Kepala Daerah. Ketiga, pendapatan rumah tangga umumnya dikaji dalam konteks makro ekonomi atau intervensi bantuan sosial, tetapi jarang dikaitkan dengan dampak dari strategi kepemimpinan dalam pembangunan berbasis komunitas seperti Kampung Tematik.
Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di beberapa Kampung Tematik di Kota Banjarbaru, melibatkan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen kebijakan daerah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan UMKM menjadi program unggulan Kepala Daerah sebagai upaya peningkatan pendapatan rumah tangga pelaku UMKM. Model kepemimpinan situasional atau kombinasi antara kepemimpinan transformasional dan transaksional digunakan oleh kedua Kepala Daerah dalam periode yang berkelanjutan. Kemudian, pengembangan Kampung Tematik menunjukkan dampak positif bagi pendapatan rumah tangga pelakunya. Temuan lain menunjukkan bahwa model kepemimpinan situasional mampu mendorong inisiatif Kampung Tematik melalui sinergi antar pemangku kepentingan, peningkatan akses terhadap pelatihan dan pendanaan UMKM, dan mobilisasi sumber daya lokal. Dampak ekonomi yang diidentifikasi termasuk peningkatan pendapatan rumah tangga pelaku UMKM, diversifikasi produk lokal, dan perluasan pasar.
Penelitian ini menghasilkan beberapa kebaruan. Pertama, kajian peran model kepemimpinan Kepala Daerah dalam mendorong ekonomi lokal jarang dibahas. Kedua, penelitian ini mengkaji peran dua Kepala Daerah dalam dua periode jabatan yang berkelanjutan. Ketiga, model kepemimpinan situasional atau kombinasi antara transformasional dan transaksional digunakan oleh kedua Kepala Daerah.
Penelitian ini memberikan gambaran tentang model kepemimpinan yang adaptif dan responsif dalam program pembangunan berbasis komunitas, memberikan referensi bagi daerah lain dalam merancang kebijakan Kampung Tematik, dan merekomendasikan penguatan sektor data dalam pembuatan kebijakan.
Thematic Villages have emerged as a community-based development approach initiated by local governments as a strategy for community empowerment and strengthening local economic potential. The limited availability of natural resources has encouraged Mayors to pursue innovations that positively impact household income for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Thematic Villages themselves are community-driven initiatives that emphasize local identity as a tourism attraction and a driver of economic growth.
This study aims to identify the development process of Thematic Villages, analyze the leadership models employed by Mayors in developing Thematic Villages, and evaluate the implications of Thematic Village development on household income among MSME actors.
Several gaps in the existing literature make this research particularly important. First, leadership models have rarely been examined in the context of Thematic Village development. Second, Thematic Villages are frequently positioned as tourism instruments, yet they are underexplored as economic strategies influenced by the leadership model and effectiveness of Mayors. Third, household income is generally analyzed within macroeconomic or social assistance frameworks, but rarely linked to the impact of leadership strategies in community-based development such as Thematic Villages.
This study employs a qualitative approach using case study methods in several Thematic Villages in Banjarbaru City, involving in-depth interviews, field observations, and analysis of local policy documents.
The findings reveal that MSME development has become a flagship program of Mayors in their efforts to increase household income among MSME actors. A situational leadership model—or a combination of transformational and transactional—was adopted by both Mayors across successive terms. Furthermore, the development of Thematic Villages has shown a positive impact on household income. Additional findings indicate that situational leadership effectively drives Thematic Village initiatives through stakeholder synergy, improved access to MSME training and funding, and mobilization of local resources. The identified economic impacts include increased household income for MSME actors, diversification of local products, and market expansion.
This research contributes several novel insights. First, the role of Mayors leadership models in promoting local economic development is rarely discussed in the context of regional governance. Second, the study examines the role of two Mayors across two consecutive terms. Third, both Mayors employed a situational leadership model or a combination of transformational and transactional models.
The study provides a perspective on adaptive and responsive leadership models that align with citizen aspirations in community-based development programs. It holds potential as a reference for other regions in designing Thematic Village policies and recommends strengthening the data sector to support evidence-based policymaking.
Kata Kunci : Model Kepemimpinan, Kampung Tematik, Pendapatan Rumah Tangga