Laporkan Masalah

Sistem Komunikasi Pembangunan dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Kabupaten Magelang

Candra Yudha Satriya, Prof. Dr.Phil. Hermin Indah Wahyuni, M.Si.; Endang Sulastri, S.Pt., M.A., Ph.D., IPM.

2025 | Disertasi | S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Penelitian ini mengkaji sistem komunikasi pembangunan dalam konteks pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (CBT) di Kabupaten Magelang, Indonesia, dengan fokus pada desa-desa wisata di sekitar Candi Borobudur. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana komunikasi membentuk evolusi, adaptasi, dan deskripsi diri sistem sosial desa wisata dalam menghadapi kompleksitas pengembangan CBT. Menggunakan kerangka teori sistem sosial Niklas Luhmann, penelitian ini menganalisis tiga dimensi makna: sosial, temporal, dan fungsional. Mengunakan metode kualitatif studi kasus dan paradigma konstruktivis, diharapkan mampu menjelaskan proses terjadinya transformasi sistem CBT serta menemukan elemen-elemen komunikasi pembangunan yang menjadi penyebabnya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan FGD. Lokus penelitian studi kasus ini adalah Desa Candirejo, Wanurejo dan Karangrejo.

Dimensi sosial menunjukkan bagaimana komunikasi membangun batas-batas dan identitas sistem sosial desa wisata. Dimensi temporal mengungkap proses evolusi sistem desa wisata melalui variasi, seleksi, dan restabilisasi. Dimensi fungsional menyoroti diferensiasi masyarakat desa wisata ke dalam subsistem-subsistem yang terspesialisasi, masing-masing dengan kode komunikasi dan logika operasinya sendiri. Subsistem ekonomi, sosial-budaya, politik, dan ekologi berinteraksi dan saling mempengaruhi, membentuk respons kolektif terhadap pengembangan CBT.

Hasil Penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk krisis yang dihadapi oleh sistem desa wisata, seperti gangguan sosial, ketidaksetaraan ekonomi, dan tekanan lingkungan. Krisis-krisis ini menunjukkan kerentanan dan perlunya strategi komunikasi adaptif untuk membangun ketahanan. Model tata kelola yang berbeda muncul di setiap desa studi kasus, mencerminkan pola komunikasi, dinamika kekuasaan, dan proses pengambilan keputusan yang unik.  Model-model ini menunjukkan bagaimana komunikasi membentuk interaksi antara berbagai stakeholder, termasuk pemerintah, koperasi, dan masyarakat, dalam mengelola kompleksitas pengembangan CBT. 

This study explores the development communication system in the context of community-based tourism (CBT) in Magelang Regency, focusing on three tourism villages near Borobudur Temple: Candirejo, Wanurejo, and Karangrejo. Using a qualitative case study approach and a constructivist paradigm, the research applies Niklas Luhmann’s social systems theory to analyze three dimensions of meaning: social, temporal, and functional.

Data were collected through observation, in-depth interviews, and focus group discussions (FGDs). The social dimension highlights how communication constructs the boundaries and identity of tourism village social systems. The temporal dimension reveals the system’s evolutionary process through variation, selection, and restabilization. The functional dimension examines how the system differentiates into specialized subsystems—economic, socio-cultural, political, and ecological—each operating under its own communication logic.

Findings indicate that tourism village systems face multiple crises, including social tensions, economic inequality, and environmental pressures. These crises underline the need for adaptive communication strategies to strengthen system resilience. Each village demonstrates a unique governance model, shaped by communication dynamics, power relations, and decision-making processes. Interactions among local actors—such as cooperatives, village-owned enterprises (BUMDes), and government agencies—play a central role in constructing meaning and managing CBT complexity.

This study contributes to the field of development communication by emphasizing the importance of self-referential, autopoietic, and adaptive communication systems in navigating the complexity of sustainable community-based tourism development.

Kata Kunci : Sistem Sosial, Komunikasi Pembangunan, CBT, Autopoiesis, Desa wisata

  1. S3-2025-450512-abstract.pdf  
  2. S3-2025-450512-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-450512-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-450512-title.pdf