Analisis Faktor-Faktor Stagnasi Penerimaan Pajak Reklame di Kota Yogyakarta
Nabila Khairunnisaa, Dr. Aviandi Okta Maulana, M.Acc., Ak., C.A.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Tujuan – Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan penurunan penerimaan pajak reklame di Kota Yogyakarta.
Metode penelitian – Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta bagian bidang Pelayanan Pendaftaran dan Penetapan Pendapatan Daerah (P4), instansi yang memiliki kewenangan dalam melakukan pemungutan pajak reklame. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan wawancara dan analisis dokumen sekunder.
Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebelas faktor yang mempengarui penurunan pajak reklame di Kota Yogyakarta: Implementasi Kebijakan (penegakan peraturan, dampak regulasi, dan sosialisasi kebijakan), Keterbatasan Sumber Daya (keterbatasan teknologi informasi, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), keterbatasan anggaran, dan keterbatasan waktu), Pelanggaran Peraturan (kepatuhan wajib pajak dan kesadaran wajib pajak), dan Kendala Koordinasi (koordinasi antar instansi dan koordinasi antar bagian).
Batasan/Implikasi – Penelitian terbatas hanya mengenai pajak reklame di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta, dan lebih banyak menyoroti implementasi kebijakan dan kendala internal BPKAD, namun belum membahas dinamika OPD lainnya yang dapat berpengaruh pada penerimaan pajak. Implikasi penelitian ini adalah memperkaya literature mengenai implementasi kebijakan pajak daerah, khususnya dalam konteks pengelolaan pajak reklame.
Orisinalitas – Penelitian ini mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya mengenai implementasi kebijakan penyelenggaraan pajak reklame dari aspek internal dan eksternal yaitu dampak perubahan regulasi pada penerimaan pajak reklame di Kota Yogyakarta.
Purpose – This study aims to analyze the factors contributing to the decline in billboard tax revenue in Yogyakarta City.
Research Methods – This study employed a qualitative method with a case study approach at the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD) of Yogyakarta City, specifically in the Division of Registration Service and Regional Revenue Determination (P4), the institution authorized to collect billboard tax. Data were collected through interviews and secondary document analysis.
Findings – The results of the study indicate that eleven factors influencing the decline in the billboard tax revenue in Yogyakarta City: Policy implementation (law enforcement, regulatory impact, and policy dissemination), Resource limitations (information technology constraints, human resource limitations, budget constraints, and time constraints), Regulatory violations (taxpayer compliance and taxpayer awareness), and Coordination (inter-agency coordination, and inter-departmental coordination).
Limitation/Implications - This study is limited to the billboard tax at the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD) of Yogyakarta City. And it focuses on policy implementation and internal within BPKAD, without addressing the dynamics of other local government agencies that may affect tax revenue. The implication of this study is to enrich the literature on local tax policy implementation, particularly in the context of billboard tax management.
Originality - This study complements previous studies on the implementation of billboard tax policy by examining both internal and external aspects, particularly the impact of regulatory changes on billboard tax revenue in Yogyakarta.
Kata Kunci : Pajak reklame, Penurunan penerimaan, Implementasi kebijakan/Billboard tax, Revenue decline, Policy implementation.