Aktivitas industri kerajinan bambu di desa Muntuk kecamatan Dlingo kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Betti Utari, Sri Rahayu Budiani, S.Si., M.Si.
2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANAktivitas industri kerajinan bambu di Desa Muntuk ini berkembang sebagai bentuk usaha memenuhi kebutuhan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap nilai produksi industri kerajinan bambu (2) daerah pemasaran produk dari aktivitas industri kerajinan bambu (3) seberapa besar sumbangan pendapatan dari aktivitas industri kerajinan bambu terhadap pendapatan total rumah tangga pengusaha industri kerajinan bambu. Lokasi penelitian di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Responden ditentukan menggunakan metode proportional random sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengusaha sebagai responden menggunakan kuesioner dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda untuk mengetahui faktor faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap nilai produksi. Tabel frekwensi digunakan untuk mengetahui daerah pemasaran dan sumbangan pendapatan industri kerajinan bambu terhadap pendapatan rumah tangga pengusaha. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa bahan baku merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap nilai produksi. 84,04% pengusaha industri kerajinan bambu memiliki daerah pemasaran lokal. Sumbangan pendapatan dari aktivitas industri kerajinan bambu terhadap pendapatan total rumah tangga pada industri kecil lebih besar yakni 99,45% sedangkan sumbangan pendapatan dari aktivitas industri kerajinan bambu terhadap pendapatan total rumah tangga pada industri rumah tangga lebih kecil yakni sebesar 47,85%.
-
Kata Kunci : faktor produksi, industri kerajinan bambu, pendapatan,Bantul,DIY