Upaya Mitigasi Brain Rot di Indonesia: Analisis Isi Kualitatif Konten Instagram Kementrian Kesehatan RI
Hidayatun Nafiah, Prof. Ana Nadhya Abrar, M.E.S., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Fenomena brain rot semakin populer dan menyebar
luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
upaya mitigasi brain
rot di Indonesia. Penelitian
berfokus pada konten Instagram pemerintah dibawah naungan Kementrian Kesehatan
RI terkait pencegahan brain rot. Adapun objek nya adalah Siaran Sehat
Eps 1 @kemenkes_RI, Podkesmar #36 @pkjn_rsmmbogor (Pusat Kesehatan Jiwa
Nasional), dan inforgrafis edukasi brain rot @rskariadi. Analisis isi
kualitatif dengan paradigma konstrukstivisme digunakan dalam penelitian ini. Brain
rot sebagai fenomena media baru dan mitigasi brain rot digunakan
sebagai kerangka pemikiran penelitian. Konseptualisasi mitigasi brain
rot juga diambil dari ilmu neurosains dan neurokomunikasi. Hasil penelitian
menunjukan bahwa upaya mitigasi di Indonesia yang paling banyak di lakukan di
Indonesia adalah upaya promotif di Instagram. Penelitian ini juga
mengkonfirmasi bahwa brain rot lebih rentan bagi gen Z dan Alpha dari pada
gen X dan Y. Oleh karena itu, terdapat upaya preventif melalui peran orang tua untuk memberi teladan
penggunaan gawai
secara bijak sejak dini. Terakhir, terdapat upaya korektif yang dilakukan
dengan digital detox dan pemeriksaan lanjut ke profesional. Rekomendasi
penelitian ini menekankan bahwa upaya mitigasi brain rot di Indonesia masih
perlu ditingkatkan, khususnya di platform Tik-Tok serta integrasi dengan neurokomunikasi.
The phenomenon of brain rot has
become increasingly popular and widespread. This study aims to examine
mitigation efforts of brain rot in Indonesia, focusing on the digital entities
of the Indonesian Ministry of Health on Instagram. The objects of analysis
include Siaran Sehat Episode 1 (@kemenkes_RI), Podkesmar #36
(@pkjn_rsmmbogor, National Mental Health Center), and educational infographics
on brain rot (@rskariadi). A qualitative content analysis with a constructivist
paradigm was employed. Brain rot as a new media phenomenon and brain rot
mitigation served as the conceptual framework of the study, further
conceptualized through insights from neuroscience and neurocommunication. The
findings show that mitigation efforts are mostly promotive, especially on
Instagram. The study also confirms that Generations Z and Alpha are more
susceptible to brain rot than Generations X and Y. There are also preventive
efforts, such as the wise use of gadgets from an early age and the role of
parents in providing role models. The last, there are corrective efforts
through digital detox and further consultation with professionals. Overall, the
findings of this study recommend enhancing brain rot mitigation efforts in
Indonesia, with particular emphasis on the TikTok platform and the integration
of neurocommunication approaches.
Kata Kunci : Brain rot, mitigasi, kementrian kesehatan, Instagram / Brain rot, mitigation, ministry of health, Instagram