Peran Strategi Psikologis Untuk Memitigasi Dampak Negatif Teknostres Dan Meningkatkan Keterlibatan Belajar: Eksperimen Pada Akuntan Pendidik Indonesia Dalam Bingkai Teori Pertukaran Sosial dan Teori Perilaku
Bramantika Oktavianti, Sumiyana, Dr., M.Si., Ak., CA. Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA. Prof. Sony Warsono, MAFIS., Ph.D.
2025 | Disertasi | S3 Ilmu Akuntansi
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran mekanisme pertahanan diri dan ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya dalam memitigasi dampak negatif teknostres terhadap keterlibatan belajar akuntan pendidik. Kajian ini mendasarkan diri pada teori pertukaran sosial dan teori perilaku untuk menjelaskan bagaimana akuntan pendidik mengelola stres teknologi dan tetap terlibat dalam proses belajar yang berbasis teknologi informasi.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2 (interaksian satu) dan 2x2x2 (interaksian dua). Sebanyak 400 partisipan dilibatkan, dengan analisis data dilakukan melalui uji beda untuk menguji interaksi antara mekanisme pertahanan diri, ramalan terpenuhi, dan teknostres terhadap keterlibatan belajar.
Kebaharuan
Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menggabungkan konsep mekanisme pertahanan diri dan ramalan terpenuhi ke dalam kerangka koping berbasis emosi dan pengendalian, khususnya pada konteks teknostres akuntan pendidik. Temuan menunjukkan peran ramalan negatif terpenuhi yang lebih efektif dibandingkan ramalan positif terpenuhi dalam memitigasi dampak teknostres, terutama pada individu dengan mekanisme pertahanan diri tinggi.
Dampak Praktis
Hasil penelitian ini menawarkan strategi adaptif bagi akuntan pendidik dalam mengelola teknostres melalui perluasan emosi positif dan negatif, sehingga mampu mempertahankan keterlibatan belajar serta meningkatkan kualitas pendidikan akuntansi berbasis teknologi informasi. Strategi ini dapat menjadi acuan praktis bagi institusi pendidikan untuk merancang intervensi pengelolaan stres teknologi yang efektif.
Purpose
This study aims to investigate the role of defense mechanisms and self-fulfilling prophecy in mitigating the negative effects of technostress on the learning engagement of accounting educators. Grounded in Social Exchange Theory and Behavioral Theory, the study explains how accounting educators manage technology-induced stress while maintaining active involvement in technology-based learning processes.
Design/Methodology/Approach
An experimental method was employed using a 2x2 factorial design (interaction one) and a 2x2x2 factorial design (interaction two). A total of 400 participants were involved, and the data were analyzed using mean-difference tests to examine the interaction effects of defense mechanisms, self-fulfilling prophecy, and technostress on learning engagement.
Findings
This study contributes theoretically by integrating defense mechanisms and self-fulfilling prophecy into coping strategies that combine emotional and control-based perspectives in the context of technostress. The findings reveal that negative self-fulfilling prophecy plays a stronger mitigating role compared to positive self-fulfilling prophecy, particularly among individuals with high defense mechanisms.
Practical Implications
The results provide adaptive strategies for accounting educators to manage technostress by broadening their positive and negative emotional capacities, thereby sustaining learning engagement and enhancing the quality of accounting education in technology-intensive environments. These insights may serve as practical guidance for educational institutions in designing effective interventions to cope with technology-related stress.
Kata Kunci : Technostress; self-defense mechanisms; self-fulfilling prophecy; learning engagement; Social Exchange Theory; Behavioural Theory.