Laporkan Masalah

Menghibur dan Meyakinkan: Retorika dalam Konten Politainment di TikTok oleh Kandidat Pilpres 2024 (Analisis Isi Kualitatif Konten TikTok pada Akun Resmi Capres-Cawapres Pilpres 2024)

Zidni Evan In'am, Dr. Ardian Indro Yuwono, S.I.P., M.A.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Penelitian ini mengkaji fenomena politainment yang merupakan integrasi politik dan hiburan sebagai pendekatan dominan para kandidat Pemilu Presiden Indonesia 2024 di platform TikTok. Menggunakan metode analisis isi kualitatif pada konten dengan tingkat keterlibatan tertinggi, penelitian ini menerapkan kerangka retorika yang diperluas untuk membedah arsitektur retorika para kandidat. Analisis tidak hanya mencakup pilar klasik Aristoteles (ethos, pathos, logos), tetapi juga mengintegrasikan konsep hierarki retorika dan pilar keempat, Mythos (narasi besar).Temuan utama menunjukkan bahwa praktik politainment di TikTok secara konsisten diwujudkan melalui model retorika yang patho-sentris, di mana daya tarik emosional menjadi poros utama. Implikasinya, terjadi transformasi pada pilar retorika lain: ethos (kredibilitas) bergeser dari otoritas formal ke otentisitas personal, sementara logos (argumen rasional) secara konsisten tersubordinasi menjadi klaim moral atau simbolik.Lebih jauh, penelitian ini menyimpulkan bahwa tujuan akhir dari pola retorika ini adalah untuk mengkonstruksi dan memenangkan pertarungan Mythos. Setiap pasangan calon secara cermat membangun narasi besar yang berbeda mulai dari ‘perubahan berbasis moral dan kultural’, ‘kekuatan dan keberlanjutan dalam modernitas’, hingga ‘kepemimpinan kerakyatan yang berintegritas’ sebagai puncak dari strategi politainment mereka. Dengan demikian, disimpulkan bahwa politainment di TikTok telah membentuk model retorika yang berpusat pada narasi afektif dan mitologis, yang di satu sisi membuka peluang baru untuk personalisasi politik, namun di sisi lain membawa risiko pendangkalan diskursus kebijakan publik.

This study examines the phenomenon of Politainment which is the integration of politics and entertainment as the dominant communication approach of candidates in the 2024 Indonesian Presidential Election on TikTok. Through a qualitative content analysis of the most highly engaged content, this research employs an expanded rhetorical framework to dissect the candidates' rhetoric architecture. The analysis extends beyond Aristotle's classic pillars (ethos, pathos, logos) to integrate hierarchical rhetoric models and a fourth pillar: Mythos (grand narrative). Key findings reveal that politainment on TikTok consistently manifests through a patho-centric rhetoric model, where emotional appeal (pathos) is the primary driver. Consequently, other rhetorical pillars are transformed: ethos (credibility) shifts from formal authority to personal authenticity, while logos (rational argument) is consistently subordinated into moral or symbolic claims. Furthermore, the study concludes that the ultimate goal of this rhetoric pattern is the construction and contestation of Mythos. Each candidate pairing carefully constructed a distinct grand narrative ranging from ‘change based on morality and culture’ to ‘strength and continuity in modernity’ as the pinnacle of their politainment efforts. Thus, it is concluded that politainment on TikTok has forged a rhetoric model centered on affective and mythological narratives, which offers new opportunities for political personalization while posing a significant risk of shallowing public policy discourse.

Kata Kunci : Kata Kunci: Komunikasi Politik Digital, TikTok, Politainment, Pemilu Indonesia, Retorika Aristoteles, Digital Rhetoric

  1. S2-2025-524196-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524196-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524196-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524196-title.pdf