Analisi Faktor Penentu Inovasi Hijau Pada Hotel di Kabupaten Banyumas
Alvina Andini Putri Prasetyo, Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom., Cand.Merc., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Penelitian
ini memiliki tujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu pada hotel di
Kabupaten Banyumas dalam melakukan inovasi hijau. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang
mendalam terhadap fenomena yang diteliti. Empat hotel yang menjadi kasus
penelitian ini adalah Java Heritage, Surya Yudha Hotel, Grand Karlita, dan
Luminor Hotel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif dengan metode pengumpulan data yaitu wawancara mendalam yang
dilakukan dengan empat informan sebagai perwakilan dari setiap hotel.
Pengumpulan data penelitian dilakukan mulai bulan Maret 2025 hingga April 2025.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis konten untuk membantu
peneliti menemukan pola dan tema spesifik berdasarkan jawaban dari informan.
Penelitian
ini menggunakan teori inovasi hijau sebagai landasan konseptual penelitian.
Definisi inovasi hijau menurut penelitian ini adalah suatu proses perubahan
pada organisasi baik pada ide, layanan, atau produk dengan memperhatikan
lingkungan dan kelangsungan jangka panjang organisasi. Konsep inovasi hijau ini
menjadi menarik untuk diteliti khususnya pada bidang perhotelan sebab sektor
pariwisata yang terus meningkat terlihat dari jumlah wisatawan dan diikuti
dengan meningkatnya jumlah sampah. Hal tersebut menjadi faktor utama penelitian
ini dilakukan untuk menganalisis secara mendalam hotel di Kabupaten Banyumas
menentukan melakukan adopsi inovasi hijau dalam menanggapi fenomena tersebut.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat
enam faktor penentu hotel di Kabupaten Banyumas melakukan inovasi hijau. Faktor
tersebut adalah kesadaran lingkungan, budaya perusahaan, regulasi pemerintah,
kolaborasi dengan pihak eksternal, tekanan pasar dan konsumen, dan relasi
dengan masyarakat. Keenam faktor tersebut masing-masing disebutkan oleh
informan sehingga memiliki pola yang sama. Kesimpulan penelitian ini
menunjukkan bahwa pihak internal hotel sebagai pelaku bisnis di bidang jasa
mempunyai peran penting dalam melakukan inovasi hijau. Disebutkan oleh seluruh
informan bahwa faktor kesadaran lingkungan yang dimiliki pihak internal menjadi
inisiasi utama dalam melakukan inovasi hijau. Selain itu dukungan pemerintah
melalui regulasi yang dibuat menjadi faktor penentu pendukung bagi pihak hotel.
Penelitian ini juga menemukan temuan baru yaitu kolaborasi dengan pihak
eksternal menjadi salah satu faktor penentu dalam melakukan inovasi hijau
melalui diskusi dalam organisasi terkait. Penelitian ini diharapkan memberikan
kontribusi dalam bidang akademik dan praktisi untuk menjadi bahan acuan dalam
melakukan inovasi hijau khususnya pada bidang jasa.
This study aims to analyse the underlying factors that
influence hotels in Banyumas Regency in implementing green innovation. A
qualitative approach with a case study design was adopted to gain an in-depth
understanding of the phenomenon under investigation. The research focused on
four hotels: Java Heritage, Surya Yudha Hotel, Grand Karlita, and Luminor
Hotel. Data were collected through in-depth interviews with four informants,
each representing one of the selected hotels. The data collection process took
place from March to April 2025. Content analysis was applied to analyse the
data, allowing the researcher to identify specific patterns and themes from the
informants' responses.
The study is conceptually based on green innovation
theory. In this research, green innovation is defined as an organizational
change process involving ideas, services, or products that consider
environmental impact and long-term sustainability. The concept of green
innovation is particularly relevant in the hotel industry due to the continuous
growth of the tourism sector, which is marked by an increasing number of
visitors and a corresponding rise in waste generation. This condition serves as
the main reason for conducting the research—to explore in depth how hotels in
Banyumas Regency adopt green innovation in response to this phenomenon.
The findings reveal six key factors that influence the
adoption of green innovation by hotels in Banyumas: environmental awareness,
corporate culture, government regulations, collaboration with external parties,
market and consumer pressure, and community relations. All six factors were
mentioned by the informants, indicating a consistent pattern across the cases.
The conclusion of this study highlights the significant role of internal
stakeholders in hotels, as service industry actors, in initiating green innovation.
All informants emphasized that internal environmental awareness serves as the
primary driver of green innovation efforts. Furthermore, government support
through regulatory policies is identified as an important enabling factor. A
new finding of this research is that collaboration with external parties
particularly through inter-organizational discussions is also plays a
determining role in driving green innovation. This study is expected to
contribute to both academic discourse and practical application as a reference
for implementing green innovation, particularly in the service sector.
Kata Kunci : Inovasi hijau, Hotel, Faktor penentu inovasi hijau, Kabupaten Banyumas