Elemen Fasad Pembentuk Karakter Gaya Arsitektur Indis dan Cina Pada Bangunan di Koridor Jalan Marga Utama Yogyakarta
Febty Fajar Rahayu, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M.A
2025 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur
Pembangunan kota dalam berbagai aspek termasuk di
Yogyakarta telah menyoroti berbagai perubahan beberapa dalam era modernisasi,
khususnya bangunan-bangunan kolonial dan Cina yang sudah menjadi bagian dari
sejarah. Proses modernisasi dan perkembangan ekonomi yang pesat telah mendorong
munculnya bangunan-bangunan baru yang sering kali mengabaikan nilai-nilai
historis dan budaya lokal. Di tengah perubahan ini, bangunan-bangunan bergaya
Indis dan Cina yang tersebar di beberapa kawasan kota tetap menjadi bagian penting
dari jejak sejarah dan identitas visual Yogyakarta. Salah satu kawasan yang
memiliki kekayaan arsitektur tersebut adalah Jalan Marga Utama, sebuah koridor
historis yang terletak di pusat kota dan berfungsi sebagai jalur penghubung
utama antara kawasan Keraton Yogyakarta dan kawasan utara kota. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter visual arsitektur
yang terdapat di sepanjang Jalan Marga Utama Yogyakarta dengan fokus pada
pengaruh dan perwujudan elemen-elemen fasad bergaya Indis dan Cina. Penelitian
ini juga mengkaji sejauh mana elemen-elemen tersebut masih dipertahankan,
diadaptasi, atau bahkan tereduksi akibat perubahan fungsi dan kebutuhan ruang
dalam konteks urban masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
klasifikasi elemen dan bentuk apa saja yang masih bertahan pada bangunan
bergaya arsitektur Indis dan Cina di kawasan ini. Bentuk-bentuk arsitektur yang
masih bertahan menunjukkan peran penting dari kosakata desain sebagai media
pelestarian identitas visual kota. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan
dapat memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian kawasan bersejarah, menjadi
acuan dalam perancangan kota berbasis kearifan lokal, serta mendorong kesadaran
akan pentingnya menjaga nilai-nilai estetika dan budaya dalam pembangunan kota
yang berkelanjutan.
Urban development in various aspects, including in Yogyakarta, has highlighted numerous changes during the era of modernization, particularly concerning colonial and Chinese-style buildings that have long been part of the city’s historical fabric. The processes of modernization and rapid economic growth have triggered the emergence of new buildings, many of which often neglect historical values and local cultural identity. Amidst these transformations, buildings with Indis and Chinese architectural styles scattered across several areas of the city remain a vital part of Yogyakarta’s architectural heritage and visual identity. One notable area rich in such architectural expressions is Jalan Marga Utama, a historical corridor located in the city center that serves as a primary route connecting the Yogyakarta Palace (Keraton) with the northern part of the city. This study aims to identify and analyze the visual architectural character found along Jalan Marga Utama, with a specific focus on the influence and manifestation of Indis and Chinese façade elements. The research also examines the extent to which these elements have been preserved, adapted, or diminished as a result of functional shifts and urban demands in the contemporary context. The findings indicate a classification of architectural elements and forms that have been retained in buildings reflecting Indis and Chinese styles within this area. These enduring architectural features highlight the significant role of design vocabulary as a medium for preserving the city’s visual identity. Therefore, this study is expected to contribute to the conservation efforts of historic urban areas, serve as a reference for urban planning rooted in local wisdom, and foster greater awareness of the importance of aesthetic and cultural values in sustainable city development.
Kata Kunci : fasad, arsitektur indis, arsitektur cina, marga utama