Laporkan Masalah

Proses, pola struktur dan kebijakan penanganan pengungsi internasional

Dikot Pramdoni Harahap, Agus Joko Pitoyo,S.Si., M.A.

2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Pengungsi internasional merupakan satu fenomena polsekbud ketika ratusan ribu penduduk beraneka ethnis dan budaya meninggalkan negara asal ke negara lainnya dengan aspek kehidupan tersendiri. Penelitian ini beranjak dari keingintahuan tentang bagaimana pola, struktur, dan kebijakan pengungsi internasional global sepanjang tahun 2001-2007 (1) bagaimana proses terjadinya, (2) bagaimana pola perkembangan dari tahun ke tahun, (3) bagaimana struktur umur dan jenis kelamin, dan (4) bentuk kebijakan penanganan pengungsi internasional dalam penyelesaian akhir statusnya. Penelitian ini adalah jenis riset pustaka yang memadukan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang saling melengkapi. Aspek-aspek kuantitatif adalah menggunakan data statistik populasi pengungsi internasional dalam berbagai variabel seperti negara asal, negara tujuan, umur dan jenis kelamin, serta penyelesaian akhir. Data-data ini sebagai dasar bagi pengkajian secara kualitatif, dimana data kualitatif yang digunakan bersumber dari kajian pustaka dan data sekunder yang berkaitan dengan fenomena pengungsi internasional. Analisis data dilakukan dengan menganalisis domain, taksonomi, dan tema kultural untuk memperoleh gambaran umum, struktur internal dari setiap kategori, dan hubungan antara satu domain atau kategori dengan kategori lainnya. Hasil penelitian menunjukan, jumlah pengungsi internasional pada kurun waktu 2001-2007 bersifat fluktuatif. Sepanjang tahun 2001-2005, jumlah pengungsi internasional mengalami penurunan secara berturut-turut sebesar 0.1%, 13%, 9%, 1.2%, dan 9.5%. Sementara pada tahun 2006 dan 2007 mengalami kenaikan sebesar 14% dan 15%. Sebagian besar dari pengungsi itu berasal dari Afghanistan, Sudan, Burundi, Rep. Demokrat Kongo, Palestina, Somalia, Irak, Vietnam, Liberia, dan Angola. Hampir seluruh pengungsi itu mencari perlindungan dalam jarak yang relatif dekat, menuju ke negara-negara tetangga. Periode tahun 2001-2007, negara tujuan utama dari para pengungsi, meliputi Pakistan, Rep. Islam Iran, Rep. Arab Syria, Jerman, Yordania, Rep. Tanzania, dan Chad. Pengungsi internasional kebanyakan terdiri dari kaum perempuan, anak-anak, balita, dan lansia. Terdapat 51% pengungsi perempuan, anak-anak berumur kurang dari 18 tahun sebesar 10%, balita 10%, dan lansia 7%. Terdapat tiga bentuk dari kebijakan penanganan pengungsi internasional, yaitu: (1) repatriasi secara sukarela; (2) pemukiman di negara lain atau negara ketiga; atau (3) integrasi lokal. Repatriasi secara sukarela pada umumnya merupakan solusi utama yang paling didambakan oleh para pengungsi. Pada tahun 2001-2007, jumlah repatriasi sukarela yang terjadi di tahun 2002 merupakan yang terbesar semenjak tahun 1994, yaitu lebih dari 2.4 juta pengungsi yang kembali ke negara asal.

-

Kata Kunci : pengungsi internasional, negara asal, negara tujuan perlindungan, repatriasi secara suka rela, pemukiman, dan integrasi lokal

  1. S1-2008-171610-Abstract.pdf  
  2. S1-2008-171610-Bibliography.pdf  
  3. S1-2008-171610-TableofContent.pdf  
  4. S1-2008-171610-Title.pdf