Laporkan Masalah

Analisis Strategi Penghidupan Kusir Delman di Sekitar Pasar Legi Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung di Tengah Maraknya Penggunaan Moda Transportasi Modern

Nasywa Ramadhisa, Dr. Alia Fajarwati, S.Si., M.IDEA.

2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi penghidupan kusir delman di sekitar Pasar Legi, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, serta strategi yang mereka terapkan di tengah maraknya penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi dominan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi literatur. Analisis menggunakan kerangka Sustainable Livelihood Framework (DFID, 2001) serta teori kerentanan Scoones (1998). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya kepemilikan sepeda motor dan perubahan preferensi masyarakat terhadap moda transportasi modern telah menekan penghidupan kusir delman secara signifikan. Dampak tersebut terlihat pada menurunnya intensitas aktivitas, berkurangnya jumlah penumpang, serta semakin terbatasnya pendapatan harian. Modal finansial menjadi aspek yang paling rentan, diikuti oleh keterbatasan pada modal fisik, alam, dan manusia. Namun demikian, modal sosial terbukti paling kuat melalui solidaritas antarkusir dan keterlibatan mereka dalam organisasi. Seluruh kusir delman menerapkan strategi survival, yaitu strategi yang berfokus pada upaya bertahan hidup dalam keterbatasan struktural. Pilihan untuk tetap menjadi kusir tidak hanya didorong oleh alasan ekonomi, tetapi juga oleh keterikatan emosional dan kultural terhadap profesi ini sebagai warisan keluarga, identitas diri, dan sumber kebanggaan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun strategi survival kusir delman sulit dikatakan berkelanjutan secara ekonomi, penghidupan mereka tetap memiliki keberlanjutan dari aspek sosial dan kultural. Hal ini menempatkan peran modal sosial sebagai kunci ketahanan, sekaligus menyoroti pentingnya kebijakan pembangunan inklusif yang mampu mengintegrasikan delman ke sektor budaya dan pariwisata agar profesi ini tetap bertahan di tengah tekanan modernisasi.

This study examines the livelihood conditions of delman (horse-drawn carriage) drivers around Pasar Legi, Parakan District, Temanggung Regency, and the strategies they employ amidst the rising dominance of motorcycles as a modern mode of transport. A qualitative approach was applied, combining in-depth interviews, field observations, and literature review. The analysis employed the Sustainable Livelihood Framework (DFID, 2001) and Scoones’ (1998) vulnerability context. The findings show that the increasing ownership of motorcycles and the shift in public preference toward faster, more flexible, and more efficient transport modes have exerted significant pressure on delman livelihoods. This is reflected in declining work intensity, reduced passenger numbers, and increasingly limited daily income. Financial capital emerges as the most vulnerable aspect, followed by constraints in physical, natural, and human capital. By contrast, social capital remains strong, sustained by solidarity among drivers and their active participation in local organizations. All drivers apply survival strategies, focusing on coping with structural limitations. Their choice to remain delman drivers is not solely economic, but also rooted in emotional and cultural attachment, seeing the profession as family heritage, personal identity, and a source of social pride. This study highlights that although survival strategies are difficult to regard as economically sustainable, delman livelihoods remain socially and culturally enduring. Strong social capital plays a crucial role in resilience, underscoring the need for inclusive development policies that integrate delman into cultural and tourism sectors to ensure both livelihood continuity and the preservation of local identity in the face of modernization.

Kata Kunci : strategi penghidupan, delman, kusir delman, sepeda motor, kerentanan, Parakan

  1. S1-2025-482638-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482638-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482638-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482638-title.pdf