Laporkan Masalah

Studi variasi temporal kandungan geokimia air tetesan gua di kawasan karst Gunungsewu kab. Gunungkidul DIY : Kasus pada ornamen drapery di dalam gua Gilap dan ornamen stalaktit di dalam gua Bribin

Badi Hariadi, Tjahyo Nugroho Adji, S.Si., M.Sc. Tech.

2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Pengamatan air tetesan dilakukan secara temporal pada ornamen drapery di dalam Gua Gilap dan pada ornamen stalaktit di dalam Gua Bribin dari bulan Mei 2006 hingga bulan April 2007. Pengamatan dilakukan pada kedua ornamen tersebut adalah untuk memperoleh perbandingan karakterisitik antara dua ornamen tersebut. Pengamatan secara temporal yang dilakukan adalah untuk mengetahui variasi yang terjadi selama satu tahun pengamatan, sehingga diperoleh pengertian mengenai kondisi geokimia air tetesan pada musim penghujan dan kemarau. Tetesan pada ornamen drapery dipengaruhi oleh sistem akuifer fissure, sedangkan tetesan pada ornamen stalaktit dipengaruhi oleh sistem akuifer diffuse. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara musim dengan variasi intensitas tetesan, hubungan antara musim dengan variasi komposisi kimia mayor air tetesan, dan hubungan antara musim dengan tingkat pelarutan atau agresivitas terhadap batuan karbonat (CaCO3). Metode pengambilan sampel yang dilakukan merupakan metode purposive sampling. Lokasi sampel dipilih pada ornamen yang mudah diakses. Intensitas tetesan, DHL, Temperatur, pH, Eh, curah hujan diukur dan unsur kimia mayor sampel tetesan dianalisis secara periodik selama satu tahun pengamatan. Teknik analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif dengan cara membuat grafik korelasi antar variabel, yang sebelumnya dilakukan analisis hidrogeokimia tetesan menggunakan perangkat lunak Aquachem 4.0. Pada ornamen drapery di dalam Gua Gilap, intensitas tetesan pada musim penghujan cenderung tinggi, nilai TDS, DHL, Eh, kandungan Ca, kandungan HCO3, dan pCO? terukur juga tinggi; sedangkan pH cenderung asam dan SI kalsit cenderung undersaturated. Sebaliknya, pada saat musim kemarau, intensitas tetesan relatif rendah, nilai TDS, DHL, Eh, kandungan Ca", kandungan terukur juga rendah; sedangkan pH cenderung basa dan Sl kalsit cenderung supersaturated. Sementara itu, pada ornamen stalaktit di dalam Gua Bribin, intensitas tetesan yang terukur selama satu tahun pengamatan relatif rendah, yaitu antara 2 ml/menit hingga 12.2 ml/menit, baik pada musim penghujan maupun musim kemarau. Pada musim penghujan, nilai TDS, Eh, kandungan Ca", kandungan HCO?, dan p??? terukur tinggi; sedangkan pH cenderung asam dan SI kalsit cenderung undersaturated. Sebaliknya pada saat musim kemarau, nilai TDS, Eh, kandungan Ca", kandungan HCO3, dan pCO? terukur rendah; sedangkan pH cenderung basa dan SI kalsit cenderung supersaturated. Pada ornamen drapery di dalam Gua Gilap dan ornamen stalaktit di dalam Gua Bribin, pada saat agresivitas tetesan supersaturated, pH tetesan cenderung basa: pCO2, DHI, dan Eh tetesan rendah; kandungan HCO3, kandungan Ca³, dan nilai TDS tetesan tinggi. Sebaliknya, pada saat agresivitas tetesan undersaturated, pH tetesan cenderung asam; pCO2, DHL, dan Eh tetesan tinggi, kandungan HCO3. kandungan Ca", dan nilai TDS tetesan rendah.

-

Kata Kunci : Geokimia Air, Karst, Stalaktit,Gunungkidul,DIY

  1. S1-2008-171648-Abstract.pdf  
  2. S1-2008-171648-Bibliography.pdf  
  3. S1-2008-171648-TableofContent.pdf  
  4. S1-2008-171648-Title.pdf