Penentuan lokasi prioritas wanatani kawsan hutan kab. Gunung Kidul menggunakan citra landsat ETM+ dan sistem informasi geografis
Christina Novitri Andarsih, Dr. Hartono, DEA., DESS.; Drs. Sudaryatno, M.Si.
2007 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHWanatani sebagai salah satu bentuk pemanfaatan lahan berupa kombinasi antara pemanfaatan untuk kehutanan dan pemanfaatan untuk pertanian. Wanatani bertujuan untuk menjaga kondisi hutan agar dapat berfungsi menurut kegunaannya serta mengintensifkan pemanfaatan lahan sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi prioritas pengembangan wanatani mengunakan data penginderaan jauh dan SIG pada kawasan hutan Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah transformasi indeks vegetasi dan klasifikasi multispektral data penginderaan jauh dengan dilengkapi cek lapangan serta didukung dengan data-data sekunder dari instansi terkait. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah Citra Landsat ETM+ perekaman Agustus 2002. Informasi yang disadap dari data penginderaan jauh sebagai informasi pendukung penentuan lokasi prioritas wanatani adalah data kerapatan kanopi, liputan lahan dan bentuk wilayah. Data sekunder yang digunakan adalah peta dan data statistik. Peta yang digunakan adalah peta geomorfologi DIY, peta tanah Kabupaten Gunungkidul dan peta RBI, sedangkan data statistik yang digunakan adalah data curah hujan dan data desa IDT. Lokasi prioritas wanatani ditentukan oleh 5 (lima) parameter yaitu status desa IDT, arahan fungsi pemanfaatan lahan, tingkat bahaya erosi, kerapatan kanopi dan kondisi hutan. Peranan sistem informasi geografi dalam penyusunan peta prioritas wanatani ini berupa pembuatan model meliputi input data, penyusunan database, menejemen database, manipulasi dan analisis data, serta output berupa peta hardcopy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peta bentuklahan, peta bentuk wilayah, peta penggunaan lahan dan peta kerapatan kanopi dapat diperoleh dari interpretasi citra dengan skala informasi peta 1:100.000. Dari uji ketelitian diperoleh ketelitian bentuk wilayah sebesar 86,7% dan kerapatan kanopi memiliki ketelitian 77,4%. Berdasarkan hasil uji ketelitian ini menunjukkan bahwa citra digital landsat ETM+ dapat digunakan sebagai sumber data dalam penelitian lokasi prioritas wanatani, namun untuk kerapatan kanopi memerlukan data yang terbaru. Hasil penelitian berupa peta prioritas lokasi wanatani kawasan hutan Kabupaten Gunungkidul dengan skala informasi 1: 100.000 dan dicetak pada skala 1:300.000. Lokasi Prioritas I menempati areal seluas 420 ha, berada pada BDH Playen dan Paliyan. Lokasi Prioritas II berada pada BDH Playen, Panggang, Paliyan, dan Karangmojo dengan luas area 19 ha. Prioritas III tersebar di empat BDH Kabupaten Gunungkidul seluas 207,4 ha.
Kata Kunci : Wanatani,Gunungkdiul,DIY,Sistem infromasi geografis,Citra landsat etm+,Gunungkidul,DIY