Rantai Nilai Global Tepung Kelapa Sulawesi Utara
Lorraine Wulaningke Theodora Sondak, Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, S.U. ; Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.
2025 | Disertasi | S3 Ilmu Pertanian
Ekspor Tepung Kelapa Sulawesi Utara memberikan kontribusi positif yang nyata. Kegiatan ekspor menciptakan balas jasa atas keterlibatan Sulawesi Utara dalam rantai nilai global (Global Value Chain) produk turunan kelapa. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui rantai nilai global produk Tepung Kelapa Sulawesi Utara, (2) mengetahui kinerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja industri tepung kelapa di Sulawesi Utara, (3) mengetahui pelaksanaan kemitraan dan pola kemitraan yang paling efektif dan efisien antara petani kelapa dan industri tepung kelapa, (4) mengetahui manfaat kemitraan khususnya ditinjau dari pendapatan usahatani kelapa. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan menggunakan purposive sampling, expert survey, observasi, dan wawancara. Sampel penelitian meliputi direktur perusahaan, direktur produksi, direktur pemasaran, tenaga ahli ekspor, kepala divisi ekspor impor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, akademisi, tenaga ahli kelapa, ketua Asosiasi Petani Kelapa Sulawesi Utara, dan 120 petani kelapa. Analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama adalah analisis deskriptif; tujuan kedua menggunakan analisis Structure, Conduct, Performance (SCP) dan Regresi Berganda Data Panel; tujuan ketiga menggunakan analisis AHP; dan tujuan keempat menggunakan analisis keuntungan finansial dan ekonomi. Hasil pemetaan menunjukkan rantai nilai global meliputi input, produksi, ekspor, impor, ritel, dan konsumsi, yang mencakup area lokal, nasional, dan global. Jenis tata kelola meliputi market, balance, modular, captive dan hierarchy. Uprgading yang dilakukan perusahaan adalah process, product, functional dan chain upgrading. Perusahaan tepung kelapa di Sulawesi Utara memiliki struktur pasar oligopoli ketat dan menguntungkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan Price Cost Margin adalah konsentrasi ratio, efisiensi internal, dan harga internasional. Pola kemitraan yang terjalin selama ini adalah Pola KOA (Kerjasama Organisasi Agribisnis). Berdasarkan analisis AHP, pola kemitraan yang tepat adalah Inti Plasma. Petani mitra dan petani non mitra sama-sama memperoleh keuntungan dari usahatani kelapa, tetapi petani mitra keuntungannya lebih tinggi dari petani non mitra.
The export of coconut flour in North Sulawesi provides a significant positive contribution. Export activities create a return for North Sulawesi's involvement in the global value chain of coconut derivative products. The objectives of this study are to analyze (1) the global value chain of coconut flour products, (2) the performance and factors influencing the coconut flour industry performance, (3) the existing partnerships and the most effective and efficient partnership patterns between farmers and the industry, (4) the benefits of partnerships, especially in terms of coconut farming income. This study uses primary and secondary data. The data were collected using purposive and snowball sampling, expert surveys, observations, and interviews. The research sample includes company directors, production and marketing directors, export experts, government officers, academics, coconut experts, heads of the North Sulawesi Coconut Farmers Association, and 120 farmers. Data analysis used to answer the first objective is descriptive analysis; the second uses Structure, Conduct, Performance (SCP) analysis and Multiple Panel Data Regression; the third uses AHP analysis; and the fourth uses financial and economic profit analysis. The mapping results show that the global value chain includes input, production, export, import, retail, and consumption, which cover local, national, and global areas. Types of governance include market, balance, modular, captive, and hierarchy. Upgrading carried out by the company is process, product, functional, and chain upgrading. Coconut flour companies in North Sulawesi have a tight and profitable oligopoly market structure. Factors that affect Price Cost Margin profits are concentration ratio, internal efficiency, and international prices. The partnership pattern established is the KOA (Agribusiness Organization Cooperation). Based on the AHP analysis, the right partnership pattern is Nucleus- Plasma. Partnered and non-partnered farmers generate profit from coconut farming but partnered farmers' profit is higher than non-partnered farmers.
Kata Kunci : Keuntungan Usahatani, Kinerja Perusahaan, Pola Kemitraan, Tepung Kelapa, Value Chain