Laporkan Masalah

Pengaruh Perbedaan Suhu Ruang Istirahat Terhadap Keseimbangan Termal, Respon Fisiologis, Performa Kognitif Dan Persepsi Subjektif Pekerja Cold Storage Setelah Paparan Dingin Berulang

Atiqa Nusaibah, Dr. Eng. Ir. Titis Wijayanto, S.T., M.Des., IPM., ASEAN Eng

2025 | Tesis | S2 Teknik Industri

Paparan suhu dingin ekstrem dapat memberikan pengaruh pada keseimbangan termal, respon fisiologis, performa kognitif, dan persepsi subjektif pada manusia. Potensi bisnis cold chain, salah satunya cold storage, yang besar di Indonesia menjadi salah satu faktor yang mendorong perlunya penelitian terkait pengaruh paparan suhu dingin pada pekerja cold storage di Indonesia yang beriklim tropis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan suhu ruang istirahat terhadap kesetimbanagn termal, respon fisiologis, performa kognitif, dan persepsi subjektif pada pekerja cold storage setelah terpapar suhu dingin berulang. Selain itu, penelitian ini juga mencoba melihat pengaruh peran gender dalan respon tersebut. 

Penelitian ini melibatkan 16 partisipan (8 laki-laki dan 8 perempuan) yang direkrut dari mahasiswa dan petugas kebersihan berusia antara 20 sampai 40 tahun. Studi eksperimental dilakukan dalam controlled chamber yang dibagi menjadi 2 bagian: Ruang A (paparan dingin) dan Ruang B (pemulihan). Ruang A dikondisikan untuk mensimulasikan lingkungan cold storage dengan suhu berkisar antara -5°C  hingga 0 °C. Sementara itu, Ruang B diatur pada suhu 241°C  atau 271°C .

Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ruang istirahat 27°C memberikan pengaruh signifikan pada kehilangan panas tubuh, meningkatkan temperatur kulit terutama pada ekstremitas (p < 0>incongruent stroop test (p < 0>trade off berupa perlambatan waktu respon. Selain itu, suhu ruang istirahat 27°C juga meningkatkan sensitivitas termal subjektif (p < 0>incongruent stroop test (p < 0>cold storage untuk mengurangi risiko penurunan fungsi fisiologis dan kognitif akibat paparan dingin berulang.

Exposure to extremely cold temperatures can affect thermal balance, physiological responses, cognitive performance and subjective thermal perception in humans. As Indonesia’s cold chain and cold storage industries rapidly expand, understanding cold exposure impacts on tropical climate workers is increasingly vital. This study aimed to examine the effects of different recovery room temperatures (24°C vs 27°C) on thermal balance, physiological responses, cognitive performance, and subjective thermal perception following repeated cold exposure. Additionally, the research investigated gender related differences in these responses.

The experiment involved 16 participants (8 males and 8 females) aged 20 to 40 years old recruited from students and janitorial workers. This study was conducted in a controlled chamber divided into two sections: Room A (cold exposure) and Room B (recovery). Room A was configured to simulate typical cold storage conditions with temperatures ranging from -5°C to 0 °C, while Room B was maintained 241°C or 271°C 

The results showed that a 27°C recovery room temperature significantly reduced body heat loss and increased skin termperature, particularly in the extremities (p < 0>

Kata Kunci : Cold Storage, Keseimbangan Termal, Respon Fisiologis, Performa Kognitif, Persepsi Subjektif, Faktor Gender

  1. S2-2025-526979-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526979-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526979-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526979-title.pdf