Laporkan Masalah

Peran Komunitas Literasi Digital Ibu Punya Mimpi dalam Memberdayakan Ibu Rumah Tangga (Studi Kasus pada Program Comeback Journey periode 2022-2024)

Zulfin Hariani, Dr. Wisnu Martha Adiputra, S.IP, M.Si.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Berdasarkan data Kompas, Indonesia belum ramah terhadap ibu pekerja; banyak perempuan memilih berhenti bekerja setelah menikah dan memiliki anak (Rosalina et al., 2024). Hal ini dipicu oleh kesulitan menjalani peran ganda sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) dan pekerja, serta karakteristik pasar kerja yang tidak fleksibel dan ramah ibu. Dalam hal ini, komunitas literasi digital hadir bagaikan angin segar bagi IRT untuk kembali berdaya. Ibu Punya Mimpi (IPM) merupakan salah satu inisiatif yang memberdayakan IRT melalui program unggulannya Comeback Journey (CJ), yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan digital seperti penulisan, bisnis, virtual assistant, dan content creator. Literasi digital dalam hal ini tidak lagi hanya kecakapan individu, tetapi juga membentuk komunitas yang saling menguatkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran IPM dalam memberdayakan IRT melalui CJ, menelaah transformasi peserta, serta memahami dinamika interaksi dan hubungan sosial yang mendukung pemberdayaan digital. Kerangka pemikiran mengacu pada konsep literasi digital (Gilster, 1997), pemberdayaan (Fahrudin, 2011), serta komunitas dan komunikasi (Widyaningrum, 2021). Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan paradigma konstruktivisme, melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan enam informan (pengelola dan alumni CJ), serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan IPM menciptakan ruang aman berupa “ekosistem playground” yang memfasilitasi solusi ekonomi, keterampilan adaptif, mentalitas berdaya, dan sinergi komunitas. Transformasi peserta tampak dalam peningkatan keterampilan, kepercayaan diri, portofolio, dan manajemen diri. Interaksi suportif dan peran komite memperkuat sense of community. IPM membuktikan keberhasilannya dalam membangun ekosistem pemberdayaan holistik bagi IRT di era digital.


Many Indonesian women leave the workforce after marriage or childbirth due to challenges in balancing dual roles and navigating an inflexible job market (Rosalina et al., 2024). In response, digital literacy communities have emerged as alternative spaces for housewives to reclaim empowerment. One such community is Ibu Punya Mimpi (IPM), which offers the Comeback Journey (CJ) program to equip mothers with digital skills such as writing, business, virtual assistance, and content creation. This study analyzes IPM’s role in empowering housewives through CJ, explores participant transformation, and examines the social dynamics that support digital empowerment. Employing a qualitative case study approach within a constructivist paradigm, data were gathered through participant observation, in-depth interviews with six informants (IPM managers and CJ alumni), and document analysis. The conceptual framework is grounded in digital literacy (Gilster, 1997), empowerment (Fahrudin, 2011), and community communication (Widyaningrum, 2021) in digital contexts. Findings indicate that IPM serves as a safe and supportive “playground ecosystem,” enabling mothers to gain adaptive digital skills, boost self-confidence, build portfolios, and strengthen self-management. CJ fosters transformation not only in competencies and mindset but also in social and economic resilience. Central to this process is the dynamic interaction among participants and organizers, which cultivates a strong sense of belonging and mutual support. In conclusion, IPM has successfully developed a holistic empowerment ecosystem that enables housewives to grow psychologically, socially, and economically in the digital era.

Kata Kunci : Literasi Digital, Komunitas Ibu Rumah Tangga, Pemberdayaan Perempuan

  1. S2-2025-524201-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524201-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524201-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524201-title.pdf