Laporkan Masalah

Asosiasi Iklim Sekolah dengan Kemampuan Literasi, Kemampuan Numerasi, dan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Kota Medan dan Kabupaten Kepulauan Mentawai

Bonar Situmorang, Amelia Maika, S.Sos., MA. M.Sc., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Sosiologi

Latar Belakang: Pendidikan merupakan identitas sebuah bangsa. Salah satu output pendidikan dapat dilihat dari kemampuan siswa. Para akademisi telah mengkaji berbagai sistem yang yang berkaitan dengan kualitas lingkungan belajar. Penelitian terdahulu menunjukkan berbagai dimensi kondisi lingkungan sekolah berkontribusi bagi kemampuan siswa, namun hasilnya penelitiannya tidak selalu konsisten. Studi ini mengkaji asosiasi iklim sekolah dengan kemampuan siswa beserta variabel kontrol yang menyertainya. 

Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif analisis data sekunder. Data sekunder didapatkan dari Rapor Pendidikan 2024 dengan unit penelitian adalah sekolah. Proses pengolahan data dilakukan dengan analisis kasus yang lengkap (complete-case) dengan jumlah sampel akhir sebanyak 991 data di Kota Medan dan Kab. Kep. Mentawai. Data diolah dengan cara univariatebivariate menggunakan chi-square, dan multivariate menggunakan regresi logistik ordinal dan regresi logistik biner.

Hasil: Secara statistik dan dengan mengontrol variabel lain ditemukan bahwa: (1) terdapat asosiasi antara iklim inklusivitas dengan kemampuan siswa. (2) Terdapat asosiasi antara iklim keamanan dengan kemampuan siswa. (3) Terdapat asosiasi antara iklim kebinekaan dengan kemampuan siswa. Dengan melihat odd ratio, iklim inklusivitas berpeluang lebih besar untuk mencapai kemampuan siswa lebih baik.

Kesimpulan: Temuan studi ini menunjukkan tercapainya output pendidikan yang baik tidak terlepas dari kualitas lingkungan belajar. Sekolah yang memiliki lingkungan belajar dan infrastruktur pendidikan yang lebih bermutu memiliki kemampuan siswa yang lebih baik dibandingkan daerah terpencil dan keterbatasan akses. Setelah adanya pelaksanaan AN di Indonesia dan diskusi hasil penelitian ini, penulis kemudian merekomendasikan bagi pemangku kepentingan pendidikan untuk desain kebijakan yang mengarah kesetaraan lingkungan belajar di daerah, khususnya iklim inklusivitas di daerah tertinggal seperti Kab. Kep. Mentawai.

Background: Education is the identity of a nation. One of the outputs of education can be seen from the ability of students. Scholars have studied various systems related to the quality of the learning environment. Previous research has shown that various dimensions of school environmental conditions contribute to student ability, but the results of the research are not always consistent. This study examines the association of school climate with student ability and its accompanying control variables.

Method: This research was conducted using a quantitative method of secondary data analysis. Secondary data was obtained from the Rapor Pendidikan 2024, with the research unit being schools. The data processing was done by complete-case analysis with a final sample size of 991 data in Medan and Mentawai Islands. Data were processed by univariate, bivariate using chi-square, and multivariate using ordinal logistic regression and binary logistic regression.

Result: Statistically and controlling for other variables, it was found that: (1) there is an association between climate of inclusiveness and student ability. (2) There is an association between a climate of safety and student ability. (3) There is an association between the climate of diversity and student ability. By looking at the odds ratio, a climate of inclusiveness has a greater chance of achieving better student achievement.

Conclusion: The findings of this study show that the achievement of good educational outputs is inseparable from the quality of the learning environment. Schools with better quality learning environments and educational infrastructure have better student performance than those with remote areas and limited access. After the implementation of AN in Indonesia and the discussion of the results of this study, the author then recommends for education stakeholders to design policies that lead to an equitable learning environment in the regions, particularly an inclusive climate in disadvantaged areas such as the Mentawai Islands.

Kata Kunci : Iklim Sekolah, Kemampuan Siswa, Sistem Sekolah, Metode Kuantitatif

  1. S2-2025-513561-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513561-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513561-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513561-title.pdf