Laporkan Masalah

Wayang Kulit Through Screen: Negosiasi dalam Pertunjukan Live Streaming Wayang Kulit Ki Seno Nugroho oleh Dalang Seno Channel

Anglir Kinanthi, Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, M.A.

2025 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Wayang kulit yang dimediakan pada live streaming melibatkan dua kehadiran yang saling bernegosiasi selama proses produksinya, yaitu kehadiran teatrikal oleh performer dan kehadiran digital yang ditangkap oleh kamera. Hal tersebut menjadikan live streaming wayang kulit sebagai salah satu seni yang bersifat intermedial. Jenis seni ini memiliki tiga kecenderungan akhir yaitu bersifat destructive terhadap satu sama lain, destructive pada salah satu dari dua kehadiran yang terlibat atau dapat berjalan bersama dengan saling melengkapi satu sama lain. Penelitian ini mengurai bentuk yang ditawarkan dari pengaruh dan keterlibatan teknologi pada wayang kulit yang ditayangkan melalui media baru dengan mewacanakan teori performance studies dari Schechner dan berfokus pada konsep doing dan showing doing untuk mengamati proses negosiasi yang terjadi selama pertunjukan live streaming wayang kulit berlangsung dengan metode analisis semiotika performatif dan perspektif kurasi. Selain itu, penelitian ini juga memberikan tawaran bahwa seni pertunjukan live streaming wayang kulit dapat dilihat sebagai bentuk pertunjukan baru yang berbeda dengan pergelaran wayang kulit tradisional sebagai bentuk diversifikasi produk.

Wayang kulit (shadow puppet) presented through live streaming involves two presences negotiating with each other during the production process: the theatrical presence of the performer and the digital presence captured by the camera. This makes live streaming wayang kulit an intermedial art form. This type of art has three final tendencies: destructive to each other, destructive to one of the two presences involved, or both can work together and complement each other. This study aims to analyze the forms offered by the influence and involvement of technology in wayang kulit broadcast through new media by discussing Schechner's performance studies theory and focusing on the concepts of doing and showing doing to observe the negotiation process that occurs during the live streaming wayang kulit performance using performative semiotic analysis methods and a curation perspective. In addition, this study also offers that the art of live streaming wayang kulit performance can be seen as a new form of performance that differs from traditional wayang kulit performance as a form of product diversification. 

Kata Kunci : Wayang Kulit, Live Streaming, Ki Seno Nugroho

  1. S2-2025-526488-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526488-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526488-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526488-title.pdf