PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN ANAK JALANAN MELALUI PENDEKATAN BERBASIS KOMUNITAS (Studi Kasus di Yayasan Smart-Home Makassar)
Firda Widia Sari, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN
Anak jalanan merupakan kelompok yang sering menghadapi ketimpangan akses terhadap layanan pendidikan. Di tengah keterbatasan peran negara dalam menjangkau kelompok marginal, inisiatif masyarakat sipil memiliki peran penting dalam memastikan terpenuhinya hak-hak dasar anak, termasuk hak atas pendidikan. Yayasan Pendidikan Smart-Home Makassar hadir sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menanggapi permasalahan tersebut melalui pendekatan berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses penyediaan hak pendidikan anak jalanan yang dijalankan yayasan, serta mengkaji kontribusi program terhadap kehidupan anak, keluarga, komunitas, dan pembangunan sosial dalam ranah pendidikan kaum marginal secara lebih luas.
Penelitian ini menggunakan Teori Pembangunan Sosial James Midgley sebagai grand theory
untuk menganalisis keterkaitan antara pendidikan dan pembangunan sosial. Sementara itu, evaluasi model CIPP ( Context, Input, Process, Product ) oleh Daniel L. Stufflebeam digunakan sebagai kerangka analisis, dengan fokus pada komponen proses dan produk. Komponen proses
digunakan untuk menelaah pelaksanaan program pendidikan formal, nonformal, dan kegiatan pendukung lainnya dalam menjawab kebutuhan riil anak jalanan. Sementara komponen produk difokuskan pada pencapaian program, baik dalam peningkatan kapasitas anak, perubahan dalam pola kehidupan keluarga, maupun dampak sosial yang lebih luas di tingkat komunitas.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Kampung Savana, Kota Makassar, lokasi aktivitas utama Yayasan Smart-Home. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, dengan melibatkan sembilan informan yang terdiri dari lima kategori: pengurus yayasan (pimpinan dan co-founder), guru, relawan, orang tua, dan anak. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penyediaan hak pendidikan anak jalanan yang dilakukan Yayasan Smart-Home tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi pada transformasi sosial di tingkat keluarga dan komunitas. Pendekatan berbasis komunitas memperkuat keterlibatan orang tua, relawan lokal, serta jejaring sosial masyarakat dalam mendukung keberlangsungan program pendidikan. Secara teoritis, temuan ini menegaskan relevansi Teori Pembangunan Sosial Midgley dalam melihat pendidikan sebagai investasi sosial, sekaligus memperkuat model evaluasi CIPP sebagai alat analisis efektivitas program sosial dalam konteks masyarakat marginal.
Anak jalanan merupakan kelompok yang seringkali menghadapi ketimpangan akses terhadap layanan pendidikan. Dalam konteks terbatasnya peran negara dalam menjangkau kelompok marginal, inisiatif masyarakat sipil berperan krusial dalam menjamin pemenuhan hak-hak dasar anak, termasuk hak atas pendidikan. Yayasan Pendidikan Rumah Pintar di Makassar hadir sebagai bentuk partisipasi berbasis masyarakat dalam mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses pemenuhan hak pendidikan anak jalanan yang dijalankan oleh yayasan tersebut dan mengkaji sejauh mana program-programnya berkontribusi terhadap kehidupan anak, keluarga, masyarakat sekitar, dan pembangunan sosial di bidang pendidikan yang lebih luas bagi kelompok marginal.
Penelitian ini menggunakan Teori Pembangunan Sosial James Midgley sebagai teori utama untuk menganalisis hubungan antara pendidikan dan pembangunan sosial. Sementara itu, model evaluasi CIPP (Konteks, Masukan, Proses, Produk) diterapkan sebagai kerangka analisis, dengan fokus khusus pada komponen proses dan produk. Komponen proses digunakan untuk menilai bagaimana pelaksanaan kegiatan pendidikan formal, nonformal, dan pendukung memenuhi kebutuhan nyata anak jalanan. Komponen produk berfokus pada hasil program, termasuk peningkatan kapasitas anak, perubahan pola hidup keluarga, dan dampak sosial yang lebih luas di tingkat masyarakat.
Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, yang dilakukan di Kelurahan Savana, Kota Makassar, tempat yayasan beroperasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, dengan melibatkan sembilan informan dari lima kategori: pengurus yayasan (direktur dan salah satu pendiri), guru, relawan, orang tua, dan anak-anak. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Temuan ini menunjukkan bahwa upaya Smart-Home Foundation tidak hanya berhasil menyediakan akses pendidikan, tetapi juga mendorong transformasi sosial dalam keluarga dan masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas telah memperkuat keterlibatan orang tua, partisipasi antar lawan lokal, dan jaringan sosial dalam mendukung program pendidikan. Secara teoritis, temuan ini menegaskan kembali relevansi Teori Pembangunan Sosial Midgley dalam memandang pendidikan sebagai bentuk investasi sosial, sekaligus memvalidasi model CIPP sebagai alat analisis untuk efektivitas program sosial dalam konteks masyarakat yang terpinggirkan.
Kata Kunci : Anak jalanan, hak atas pendidikan, pendekatan berbasis komunitas, model CIPP, pembangunan sosial