Pola Perjalanan Spasial dalam Membentuk Pengalaman Wisatawan Generasi Z di Destinasi Pariwisata Yogyakarta
Sabda Elisa Priyanto, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc, Ph.D
2025 | Disertasi | S3 Kajian Pariwisata
Wisatawan merupakan elemen fundamental dalam pembentukan pariwisata sebagai disiplin ilmu yang mandiri, selain keberadaan winisatawan serta implikasi dari interaksi antara keduanya. Wisatawan memiliki karakteristik, perilaku, serta pola perjalanan yang khas. Pola perjalanan wisatawan terbentuk berdasarkan aspek spasial dan temporal, di mana aspek spasial berkaitan dengan ruang, sementara aspek temporal mencakup dimensi waktu serta pengalaman yang diperoleh. Penelitian ini berfokus pada analisis pola perjalanan spasial dalam membentuk pola pengalaman wisatawan. Generasi Z. Sebagai kelompok demografis dengan jumlah populasi terbesar di Indonesia, memiliki pola perjalanan dan pengalaman wisata yang penting untuk dikaji lebih dalam. Yogyakarta, yang termasuk dalam Kawasan Strategis Nasional bersama Borobudur dan Prambanan, memiliki posisi strategis sebagai objek studi lebih lanjut. Hingga saat ini, masih belum terdapat penelitian yang secara spesifik membahas pola perjalanan spasial dalam membentuk pola pengalaman wisatawan Generasi Z di wilayah tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Dimana desain penelitian ini adalah partisipatif evaluatif dengan pendekatan interpretatif deskriptif. Proses pencarian kebenaran mengenai wisatawan Generasi Z diawali dengan penyebaran kuesioner untuk memperoleh data awal sebagai mapping data. Selanjutnya, hasil dari kuesioner tersebut dikonfirmasi melalui wawancara menggunakan teknik snowball sampling dengan pihak yang memfasilitasi perjalanan wisata wisatawan Generasi Z. Sebagai langkah verifikasi lebih lanjut, hasil wawancara kemudian divalidasi melalui observasi lapangan yang dilakukan oleh peneliti di berbagai daya Tarik wisata di Yogyakarta. Observasi lapangan menjadi pendekatan utama dalam menjawab pertanyaan penelitian. Data yang diperoleh dari seluruh tahapan tersebut kemudian dianalisis secara mendalam dengan analisis social mapping, partisipatif, dan interpretasi untuk menghasilkan kesimpulan penelitian yang komprehensif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wisatawan Generasi Z, baik yang berwisata di Yogyakarta yang terbanyak adalah midcentric. Pola perjalanan ini memiliki pola perjalanan yang hyper-kompleks. Mereka melakukan perjalanan dengan pola single, multiply, kompleks, maupun kombinasi dari ketiganya. Sementara itu, pola pengalaman wisata yang dialami oleh wisatawan Generasi Z adalah pola pengalaman yang lengkap, sesuai tipe kepribadian perjalanan mereka. Meskipun demikian, terdapat kesamaan dalam pengalaman wisata yang dipengaruhi oleh karakteristik khas Generasi Z. Pola perjalanan spasial dalam membentuk pengalaman wisatawan Generasi Z di destinasi pariwisata Yogyakarta dapat dikategorikan sebagai pola yang hyper-kompleks, yakni pola perjalanan yang sangat kompleks, dengan kunjungan ke berbagai daya tarik wisata yang tersebar dan tidak menentu. Selain itu, penggunaan fasilitas pariwisata dan moda transportasi juga cenderung tidak tetap. Dengan pola pengalaman yang lengkap dari dreaming, hingga evaluating.
Tourists are a fundamental element in the formation of tourism as an independent discipline, in addition to the existence of winisatawan and the implications of the interaction between the two. Tourists have unique characteristics, behaviors, and travel patterns. Travel patterns of tourists are formed based on spatial and temporal aspects, where spatial aspects are related to space, while temporal aspects include the dimension of time and experience gained. This research focuses on analyzing spatial travel patterns in shaping traveler experience patterns. Generation Z. As a demographic group with the largest population in Indonesia, travel patterns and tourist experiences are important to be studied. Yogyakarta, which is included in the National Strategic Area with Borobudur and Prambanan, has a strategic position as an object of further study. Until now, there is still no research that specifically discusses spatial travel patterns in shaping the experience patterns of Generation Z tourists in the region.
The method used in this research is qualitative. Where this research design is evaluative participatory with a descriptive interpretive approach. The process of finding the truth about Generation Z tourists begins with the distribution of questionnaires to obtain initial data as mapping data. Furthermore, the results of the questionnaire were confirmed through interviews using snowball sampling techniques with parties who facilitate Generation Z tourists' travel. As a further verification step, the interview results were then validated through field observations conducted by researchers at various tourist attractions in Yogyakarta. Field observations became the main approach in answering research questions. The data obtained from all stages were then analyzed in depth with social mapping, participatory analysis, and interpretation to produce a comprehensive research conclusion.
The results of this study indicate that Generation Z tourists, both those who are traveling in Yogyakarta, are mostly midcentric. They have hyper-complex travel patterns. They travel with single, multiply, complex patterns, or a combination of the three. Meanwhile, the pattern of travel experience experienced by Generation Z tourists is a complete experience pattern, according to their travel personality type. Nevertheless, there are similarities in travel experiences that are influenced by the distinctive characteristics of Generation Z. Spatial travel patterns in shaping the experiences of Generation Z tourists in Yogyakarta tourism destinations can be categorized as hyper-complex patterns, namely very complex travel patterns, with visits to various tourist attractions that are scattered and erratic. In addition, the use of tourism facilities and transportation modes also tends to be irregular. With a complete pattern of experiences from dreaming to evaluating.
Kata Kunci : Pola Perjalanan, Pola Pengalaman, Wisatawan Generasi Z