Penggunaan ortofoto untuk inventarisasi harga lahan : Kasus dikecamatan Ngaglik kabupaten Sleman : Kasus dikecamatan Ngaglik kabupaten Sleman
Diyah Reny Susanti, Prof. Dr. Sutanto; Sigit Heru Murti, S.Si., M.Si.
2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat ortofoto 1: 2.500 untuk pemetaan kelas harga lahan terutama kemampuan dalam menyadap data parameter penentu harga lahan di Kecamatan Ngaglik melalui interpretasi penggunaan lahan. Tujuan kedua, mengetahui kaitan parameter penentu harga lahan dengan kelas harga lahan di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam inventarisasi harga lahan adalah melalui pendekatan penginderaan jauh dengan teknik interpretasi ortofoto skala 1: 2.500. Pemrosesan data dilakukan melalui cara-cara pengharkatan terhadap parameter yang berpengaruh terhadap harga lahan. Adapaun parameter yang digunakan dalam penentuan harga lahan adalah penggunaan lahan, aksesibilitas positif yang terdiri dari: jalan arteri; jalan kolektor, rute angkutan umum; pusat pendidikan; pusat kesehatan; pusat perbelanjaan, aksesibilitas negatif yang terdiri dari sungai; makam; sumber polusi, dan kelengkapan utilitas umum yang terdiri dari jaringan listrik, jaringan telepon; jaringan air bersih. Semakin kuat pengaruh suatu parameter terhadap harga lahan, semakin tinggi pula harkatnya. Untuk mendapatkan hasil analisis yang akurat, pada masing-masing parameter penentu harga lahan diberikan faktor pembobot sesuai tingkat pengaruhnya. Proses analisis dilakukan dengan bantuan Sistem Informasi Geografi, terutama untuk metode buffer dan overlay. Parameter yang memberikan pengaruh sangat besar terhadap harga lahan adalah penggunaan lahan aksesibilitas lahan positif, sedangkan parameter aksesibilitas lahan negatif dan kelengkapan utilitas umum memberikan pengaruh yang tidak terlalu kuat terhadap harga lahan. Hasil uji ketelitian interpretasi penggunaan lahan pada ortofoto skala 1:2.500 sebesar 87,21%. Hasil analisis menunjukkan bahwa agihan harga lahan di daerah penelitian dapat dikelaskan menjadi 4 kelas, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah. Dari peta harga lahan terlihat bahwa masing-masing kelas harga lahan tersebar dengan pola mengikuti bentuk penggunaan lahan dan aksesibilitas lahan positif. Adapun luas dari masing-masing kelas adalah kelas I atau sangat tinggi menempati luasan 157,44 ha atau sebesar 3,95%, kelas II atau kelas tinggi seluas 942,96 ha atau 23, 69%, kelas III atau kelas sedang seluas 1.271,93 ha atau 31,96% dan kelas IV atau kelas rendah menempati luasan 1.607,57 ha atau sebesar 40,39% dari luas daerah penelitian
-
Kata Kunci : Inventarisasi harga lahan,Ortofoto,Sleman,DIY,Ngaglik