Laporkan Masalah

Pengaruh Ukuran Dewan, Independensi Dewan, Kepemilikan Institusi, dan Kualitas Hukum Terhadap Kinerja ESG Pada Perusahaan Manufaktur Tahun 2021-2024

farhan ari setiawan, Singgih Wijayana, S.E., M.Si., Ph.D

2025 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh ukuran dewan, independensi dewan, kepemilikan institusi, dan kualitas hukum terhadap kinerja ESG pada perusahaan manufaktur negara ASEAN dan China tahun 2021-2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data sekunder diambil dari database Refinitiv, World Justice Project, dan Heritage Foundation. Kriteria sampel adalah perusahaan manufaktur publik di negara ASEAN dan China yang memiliki kelengkapan informasi selama 2021-2024. Sampel penelitian sebanyak 357 perusahaan dari sebelas negara. Pengujiannya adalah uji asumsi klasik, analisis statistik deskriptif, dan pengujian hipotesis. Ukuran dewan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ESG. Independensi dewan, kepemilikan oleh institusi keuangan, dan kualitas hukum memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ESG. Para stakeholder di negara ASEAN dan China dapat menerapkan hasil penelitian ini untuk mengatasi masalah rendahnya kinerja ESG perusahaan manufaktur. Pemerintah dapat meningkatkan kualitas hukum dan merumuskan regulasi yang mendorong kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan untuk mendorong kinerja ESG. Pasar modal dapat menerapkan berbagai kebijakan untuk mengatur tata kelola perusahaan yang terdaftar seperti batas minimum independensi dewan dan batas minimum kepemilikan oleh institusi keuangan. Penelitian ini mengisi kesenjangan yang terjadi pada literatur melalui beberapa cara. Pertama, belum ada penelitian yang menyelidiki variabel yang dapat mempengaruhi kinerja ESG melalui variabel tingkat perusahaan (tata kelola) dan variabel tingkat negara (kualitas hukum).

This study aims to investigate the influence of board size, board independence, institutional ownership, and legal quality on ESG performance in manufacturing companies in ASEAN and China from 2021 to 2024. This study employed quantitative methods. Secondary data were drawn from the Refinitiv database, the World Justice Project, and the Heritage Foundation. The sample criteria are public manufacturing companies in ASEAN and China with complete information for 2021 to 2024. The sample comprised publicly listed manufacturing companies in ASEAN countries and China with complete financial data from 2021 to 2024. The study sample consisted of 357 companies from eleven countries. Tests used included classical assumption tests, descriptive statistical analysis, and hypothesis testing. Board size does not significantly influence ESG performance. Board independence, ownership by financial institutions, and legal quality have a positive and significant influence on ESG performance. Stakeholders in ASEAN and China can apply the results of this study to address the problem of low ESG performance in manufacturing companies. The government can improve legal quality and formulate regulations that encourage awareness of sustainable development to boost ESG performance. The capital market can implement various policies to regulate the governance of listed companies, such as minimum limits on board independence and minimum limits on ownership by financial institutions. This study fills the gap in the literature in several ways. The primary one is that no research has investigated variables that may influence ESG performance through firm-level variables (governance) and country-level variables (legal quality).

Kata Kunci : Tata kelola, Ukuran Dewan, Kepemilikan Institusi, Kualitas Hukum, Kinerja ESG.

  1. S2-2025-529193-abstract.pdf  
  2. S2-2025-529193-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-529193-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-529193-title.pdf