BISNIS SAMPUL: PRAKTIK PERKEMBANGAN TAMBAK UDANG OLEH AKTOR INFORMAL LOKAL SEBAGAI COVER PENYELUDUPAN TIMAH DI KOTA KERISI
Risky Ananda Putri, Dr. Nanang Indra Kurniawan, M.P.A
2025 | Tesis | S2 Ilmu Politik
Studi ini mengkaji hubungan informal yang terjalin antara aktor yang memiliki kepentingan dalam mengembangkan bisnis tambak udang sebagai sampul untuk menutupi praktik penyeludupan timah di kota Kerisi. Lahan yang menjadi tempat beroperasinya tambak udang, secara formal telah ditetapkan sebagai lahan milik negara. Fokus penelitian ini terletak pada hubungan relasional antar aktor yang menggunakan mekanisme informal dalam menghadirkan bisnis sampul yang mengubah aturan lahan milik negara untuk budidaya udang. Guna mendapatkan akses dan kontrol atas sumber daya, aktor informal membentuk jejaring pada tatanan lokal. Dalam tulisan ini, terdapat peranan dari masing-masing aktor dalam proses yang sedemikian informal. Aktor broker berperan sebagai patron, aktor birokrasi sebagai fasilitator dan aktor bisnis memiliki peranan sebagai klien. Persoalan kunci yang dieksplorasi dalam penelitian ini ialah terkait dengan kekuatan jejaring informalitas yang mengubah dan membentuk aturan formal negara.
Melalui kerangka informalitas yang dikonsepsikan oleh Berenschot and Klinken, penelitian ini tidak hanya dirancang untuk menjawab proses interaksi yang dilakukan secara personal akan menghasilkan yang disebut dengan informalitas. Tetapi lebih kepada, interaksi aktor informal yang terhimpun dalam jejaring yang menggunakan cara informal untuk mengkontrol sumber daya pada tatanan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, diikuti pencarian data lapangan melalui wawancara dan studi dokumentasi yang divalidasi melalui teknik triangulasi.
Temuan utama dalam penelitian ini menunjukan bahwa, jejaring informal semakin menguat semenjak otonomi daerah dalam memudahkan bisnis tambak udang sebagai sampul di lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan industri, pariwisata dan kehutanan oleh negara. Mekanisme informalitas dilakukan untuk merubah dan membentuk aturan baru yang berpihak pada bisnis sampul dengan koordinasi di belakang layar negara. Pada jejaring informal di kota Kerisi, praktik informal lebih kuat dibandingkan dengan modal. Rente yang berupa materi dan non materi sebagai bentuk upah dalam menguatkan solidaritas jejaring informalitas yang dikomandoi aktor broker
This study examines the informal relationships that exist between actors who have a vested interest in developing the shrimp farming business as a cover for tin smuggling in Kerisi town. The land on which the shrimp farms operate has been formally designated as state-owned land. The focus of this research is on the relational relationships between actors who use informal mechanisms to create a cover business that changes the rules of state-owned land for shrimp farming. In order to gain access and control over resources, informal actors form networks at the local level. In this paper, there is a role for each actor in such an informal process. Broker actors act as patron, bureaucratic actors act as facilitators and business actors act as clients. The key issue explored in this research is related to the power of informality networks that change and shape formal state rules.
Through the informality framework conceptualized by Berenschot and Klinken, this research is not only designed to answer the process of interaction carried out personally will produce what is called informality. Rather, it is about the interaction of informal actors gathered in networks that use informal means to control resources at the local level. This research uses a qualitative method with a case study research type, followed by field data searches through interviews and documentation studies that are validated through triangulation techniques.
The main findings of this study show that informal networks have grown stronger since regional autonomy was introduced to facilitate the shrimp farming business as a cover on land designated by the state as industrial, tourism, and forestry areas. Informal mechanisms are used to change and shape new rules that favor cover businesses with behind-the-scenes coordination by the state. In informal networks in the city of Kerisi, informal practices are stronger than capital. Rents in the form of material and non-material benefits serve as a form of payment to strengthen the solidarity of informal networks commanded by broker actors.
Kata Kunci : Bisnis Sampul, Aktor Informal, dan Jejaring.