Pengendalian Biologi Penyakit Hawar Pelepah (Rhizoctonia solani) Pada Tanaman Padi Dengan Pupuk Organik Yang Diperkaya Bacillus velezensis
Mars B. F. Manao Nubatonis, Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc.; Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc.
2025 | Tesis | S2 Fitopatologi
Penyakit hawar pelepah yang disebabkan oleh Rhizoctonia solani merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya padi karena dapat menyebabkan kerugian hasil yang signifikan. Pengendalian menggunakan fungisida kimia belum sepenuhnya efektif dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi pupuk kompos yang diperkaya Bacillus velezensis B-27 dan aplikasi langsung B. velezensis B-27 dalam menekan penyakit hawar pelepah serta meningkatkan pertumbuhan tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian (Kapanewon Panjatan dan Minggir), rumah kaca, serta Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Perlakuan yang diuji meliputi aplikasi pupuk kompos yang diperkaya B. velezensis B-27 yang dikombinasikan dengan aplikasi langsung B. velezensis B-27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi tersebut mampu menurunkan intensitas penyakit secara signifikan dan meningkatkan pertumbuhan tanaman dibandingkan kontrol. Perendaman benih dengan B. velezensis B-27 juga memberikan pengaruh positif terhadap hasil produksi padi. Deteksi dengan PCR menggunakan primer spesifik menunjukkan bahwa B. velezensis terdeteksi pada akar, batang, dan daun tanaman padi dengan pita DNA berukuran ±600 bp, mengindikasikan kemampuan bakteri untuk berkolonisasi pada jaringan tanaman. Hasil ini menunjukkan potensi penerapan pupuk kompos yang diperkaya B. velezensis B-27 bersama aplikasi langsungnya sebagai pendekatan pengendalian hayati yang ramah lingkungan dalam mengelola penyakit hawar pelepah pada tanaman padi.
Sheath
blight disease caused by Rhizoctonia solani is a major constraint in
rice cultivation, causing considerable yield losses. Chemical fungicides have
not been fully effective and may pose environmental risks. This study aimed to
evaluate the potential of compost enriched with Bacillus velezensis B-27
in combination with the direct application of B. velezensis B-27 to
suppress sheath blight and enhance rice growth. The research was conducted in
farmers’ fields (Panjatan and Minggir Districts), a greenhouse, and the Plant
Pathology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada.
Treatments included the application of compost enriched with B. velezensis
B-27 combined with direct application of B. velezensis B-27. The results
indicated that this combined treatment significantly reduced disease intensity
and improved plant growth compared to the control. Seed soaking with B.
velezensis B-27 also positively affected rice yield. PCR detection with
specific primers confirmed the presence of B. velezensis in rice roots,
stems, and leaves, with DNA bands of about 600 bp, indicating the bacterium’s
ability to colonize plant tissues. These findings demonstrate the potential of
applying compost enriched with B. velezensis B-27 alongside direct
application as an environmentally friendly biological control strategy for
managing sheath blight in rice.
Kata Kunci : Bacillus velezensis B-27, Padi, Pupuk Kompos, Rhizoctonia solani