Kajian Praktik Kehumasan Dalam Manajemen Isu Pemberitaan Negatif di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Tahun 2024
Annisa Putri, Dr. Muhamad Sulhan, M.Si.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Arus komunikasi digital melalui media sosial dan media massa mempercepat pembentukan opini publik, termasuk terhadap lembaga pemerintah. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sebagai lembaga pemerintah yang memiliki peran strategis menghadapi tantangan pemberitaan negatif yang berpotensi memengaruhi reputasi lembaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik kehumasan LKPP dalam mengelola isu pemberitaan negatif berdasarkan model manajemen isu Chase & Jones. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus Robert K. Yin, dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan menggunakan paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa praktik kehumasan yang dilakukan LKPP telah melaksanakan tahapan manajemen isu secara adaptif dan responsif, walaupun belum sepenuhnya sistematis sesuai Model Chase & Jones. Penguatan masih diperlukan pada aspek strategi perencanaan, koordinasi internal, serta evaluasi yang terstandarisasi. Pendekatan yang dijalankan mencerminkan bahwa suatu model manajemen isu dapat diadaptasi secara bertahap dalam dinamika birokrasi pemerintah yang multilevel. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada literatur humas pemerintah dan rekomendasi praktis bagi penguatan kapasitas komunikasi lembaga pemerintah di era digital.
The flow of digital communication through social media and mass media accelerates the formation of public opinion, including that of government institutions. National Public Procurement Agency of Republic Indonesia a.k.a LKPP, as a government institution with a strategic role, faces the challenge of negative news coverage that has the potential to affect the institution's reputation. This study aims to analyze LKPP's public relations practices in managing negative news coverage based on Chase & Jones' issue management model. The research method used is Robert K. Yin's case study, with a qualitative descriptive approach and using a constructivist paradigm. The data collection techniques used are interviews and documentation studies. The findings in this study indicate that the public relations practices carried out by LKPP have implemented the stages of issue management in an adaptive and responsive manner, yet not fully systematic according to the Chase & Jones Model. Strengthening is still required in the aspects of strategic planning, internal coordination, and standardized evaluation. This approach illustrates that an issue management model can be adapted gradually within the multilevel dynamics of government bureaucracy. This study contributes theoretically to the literature on Government Public Relations (GPR) and provides practical recommendations for enhancing the communication capacity of government institutions in the digital era.
Kata Kunci : Manajemen Isu, Praktik Kehumasan, Humas Pemerintah, Komunikasi Publik, Pemberitaan Negatif