Laporkan Masalah

Perkembangan fasilitas pelayanan sosial ekonomi setelah perpindahan ibukota kab. Magelang ke kota Mungkid di kecamatan Mungkid kabupaten Magelang

Budiana Catur Wijayanti, Drs. Risyanto, M.S.; Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.

2003 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Perpindahan Ibukota Kabupaten Magelang ke Kota Mungkid menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk, sehingga menambah tuntutan fasilitas pelayanan sosial ekonomi. Penelitian ini berjudul "Perkembangan Fasilitas Pelayanan Sosial Ekonomi Setelah Perpindahan Ibukota Kabupaten Magelang ke Kota Mungkid di Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang" yang bertujuan untuk (1) mengetahui perkembangan fasilitas pelayanan sosial ekonomi setelah perpindahan Ibukota Kabupaten Magelang ke Kota Mungkid, (2) mengetahui pola persebaran fasilitas pelayanan sosial ekonomi, (3) mengetahui daya layan fasilitas pelayanan sosial ekonomi dalam menunjang fungsinya sebagai Ibukota Kabupaten Magelang, (4) mengetahui persepsi masyarakat mengenai perkembangan fasilitas sosial ekonomi, (5) menentukan arahan pengembangan fasilitas pelayanan sosial ekonomi di Kecamatan Mungkid. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Mungkid yang terdiri dari 14 desa dan 2 kelurahan. Data diperoleh dari analisis data sekunder dan data primer melalui metode survai dengan kuesioner kepada responden dari 3 daerah sampel berdasarkan purposive random sampling, yaitu Kelurahan Sawitan sebagai Ibukota Kabupaten Magelang, Desa Mungkid sebagai Ibukota Kecamatan Mungkid dan Desa Treko sebagai daerah pinggiran. Pengambilan sampel responden berdasarkan proportional random sampling. Variabel dalam penelitian ini meliputi fasilitas sosial yang terdiri dari fasilitas pendidikan, kesehatan, olahraga, keamanan dan keagamaan, serta fasilitas ekonomi yang terdiri dari fasilitas pasar, toko, warung dan bank. Perhitungan yang digunakan adalah perhitungan nilai skala perkembangan, distribusi dengan metode Gibbs Martin Index, daya layan dan cross tabs multivariate untuk perhitungan persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perkembangan fasilitas pelayanan sosial ekonomi yang tinggi di Desa Pabelan, Mungkid, Bumirejo, dan Senden setelah perpindahan Ibukota Kabupaten Magelang ke Kota Mungkid. Desa-desa ini dilalui oleh jalur jalan Borobudur-Magelang, Propinsi DIY-Jawa Tengah dan letaknya di antara Kota Muntilan-Magelang-Borobudur. Distribusi pelayanan sosial ekonomi di setiap desa menyebar, baik itu yang dekat dengan pusat pemerintahan maupun yang jauh dari pusat. Daya layan fasilitas sosial ekonomi setelah perpindahan mengalami perubahan menjadi lebih baik dalam melayani kebutuhan masyarakat pada fasilitas TK, SD, Lapangan sepakbola, poskamling, masjid, mushola, toko dan warung. Persepsi masyarakat di pusat pemerintahan mengatakan bahwa perkembangan fasilitas sosial ekonomi di daerahnya sudah baik. Masyarakat daerah pinggiran mengatakan kurang, karena fasilitas banyak tersedia di pusat pemerintahan. Perlu adanya penambahan beberapa fasilitas pelayanan sosial ekonomi di Kecamatan Mungkid untuk menunjang fungsinya sebagai Ibukota Kecamatan Mungkid dan Ibukota Kabupaten Magelang.

-

Kata Kunci : Perkembangan fasilitas,Fasilitas pelayanan sosial ekonomi,perpindahan kota,Mungkid,Magelang,Jawa tengah

  1. S1-2003-122665-Abstract.pdf  
  2. S1-2003-122665-Bibliography.pdf  
  3. S1-2003-122665-TableofContent.pdf  
  4. S1-2003-122665-Title.pdf