PERANCANGAN MODEL BISNIS VENDING MACHINE “KOPEK” PADA COFFEESHOP DI KOTA PEKANBARU
Daru satrio pinandhito, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Perkembangan
industri kopi di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kota
Pekanbaru, menunjukkan tren peningkatan konsumsi kopi siap minum (ready-to-drink). Untuk mengakomodasi
kebutuhan konsumen yang menginginkan kemudahan dan kepraktisan, model
distribusi melalui vending machine menjadi solusi inovatif yang menjanjikan.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang model bisnis vending machine KOPEK
yang menjual kopi kemasan botol dari beberapa coffeeshop lokal ternama di Pekanbaru dengan pendekatan yang
inovatif dan berkelanjutan. Perancangan model bisnis menggunakan framework Business Model Canvas yang
terdiri dari sembilan elemen utama, yaitu segmen pelanggan, proposisi nilai,
saluran distribusi, hubungan pelanggan, aliran pendapatan, sumber daya utama,
aktivitas utama, mitra utama, dan struktur biaya. Selain itu, analisis peta
empati digunakan untuk memahami perilaku dan kebutuhan konsumen secara
mendalam. Metode penelitian menggabungkan pendekatan kualitatif dengan
wawancara mendalam pada 2 pelaku bisnis sejenis dan 2 calon pelanggan, serta
survei kuantitatif kepada 105 responden dengan kriteria tertentu, untuk menguji
preferensi pasar dan kelayakan finansial.
Hasil
penelitian ini meliputi gambaran dari perancangan model bisnis vending machine KOPEK dalam bentuk peta
empati, kanvas model bisnis, dan analisis finansial. Penelitian ini menunjukkan
bahwa vending machine KOPEK mampu
menawarkan proposisi nilai berupa kemudahan akses kopi berkualitas lokal kapan
saja tanpa batasan waktu, didukung oleh teknologi pembayaran digital dan lokasi
strategis. Berdasarkan Analisis kelayakan finansial dengan indikator NPV didapat
dengan nilai positif dengan keuntungan sebesar Rp 567,195,475, IRR sebesar 38%,
dan Payback Period selama 2 tahun 5 bulan. Sehingga mengindikasikan bahwa model
bisnis ini layak dijalankan dan berpotensi memberikan keuntungan yang
berkelanjutan. Dengan demikian, KOPEK dapat menjadi alternatif distribusi kopi
siap minum yang relevan dan kompetitif di pasar Pekanbaru.
The coffee industry in Indonesia, especially
in urban areas such as Pekanbaru City, shows a growing trend in the consumption
of ready-to-drink coffee. To accommodate consumers’ needs for convenience and
practicality, a distribution model through vending machines has emerged as a
promising innovative solution. This study aims to design a business model for
KOPEK vending machines that sell bottled coffee products from several
well-known local coffeeshops in Pekanbaru, using an innovative and sustainable
approach. The business model design utilizes the Business Model Canvas
framework, which consists of nine key elements: customer segments, value
propositions, distribution channels, customer relationships, revenue streams,
key resources, key activities, key partnerships, and cost structure.
Additionally, an empathy map analysis is employed to gain a deeper
understanding of consumer behavior and needs. This research combines
qualitative methods through in-depth interviews with two similar business
actors and two potential customers, along with a quantitative survey involving
105 respondents with specific criteria, to test market preferences and
financial feasibility.
The study results include an overview of the
KOPEK vending machine business model design in the form of an empathy map,
business model canvas, and financial analysis. The research shows that KOPEK
vending machines offer a value proposition of easy access to high-quality local
coffee anytime without time restrictions, supported by digital payment
technology and strategic locations. Based on financial feasibility analysis,
the Net Present Value (NPV) is positive with a profit of IDR 567,195,475, an
Internal Rate of Return (IRR) of 38%, and a Payback Period of 2 years and 5
months. This indicates that the business model is feasible to operate and has the
potential to provide sustainable profits. Thus, KOPEK can become a relevant and
competitive alternative distribution channel for ready-to-drink coffee in the
Pekanbaru market.
Kata Kunci : vending machine, kopi botolan, kanvas model bisnis, peta empati, analisis kelayakan finansial