Perilaku Menyakiti Tanpa Niat Bunuh Diri (Non-Suicidal Self-Injury Behavior) Pada Mahasiswa: Pengukuran dan Uji Model Teoretis
Lusi Nur Ardhiani, Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S., Psikolog; Restu Tri Handoyo, Ph. D.
2025 | Disertasi | S3 Psikologi
PERILAKU MENYAKITI TANPA NIAT BUNUH DIRI (NON-SUICIDAL SELF-INJURY BEHAVIOR) PADA MAHASISWA: PENGUKURAN DAN UJI MODEL TEORETIS
ABSTRAK
Perilaku menyakiti tanpa niat bunuh diri (non-suicidal self-injury; NSSI) pada mahasiswa menunjukkan peningkatan setiap tahun, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menyusun dan menguji model teoretis yang mengidentifikasi faktor-faktor psikologis yang berkontribusi terhadap kemunculan NSSI pada mahasiswa. Studi ini dilakukan dalam tiga tahap, termasuk scoping review, uji coba alat ukur, dan pengujian model NSSI. Partisipan dalam uji model berjumlah 351 mahasiswa (32% laki-laki dan 68% perempuan) yang memenuhi kriteria skrining merujuk pada fitur diagnostik NSSI dari Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5-TR). Pengujian model dilakukan melalui analisis structural equation modelling (SEM) mencakup pengujian model pengukuran (outer model) dan struktural (inner model). Hasil menunjukkan bahwa model NSSI didukung oleh data empiris dengan indeks kesesuaian model yang baik (GFI=0,999; CFI=0,969; TLI=0,952; RMSEA=0,035). Faktor-faktor yang berkontribusi langsung terhadap NSSI mencakup beratnya pengalaman sulit masa kecil (ACE), tingkat reaktivitas emosi yang tinggi, dan kecenderungan kuat untuk menyalahkan diri secara berulang (ruminasi kritik diri). Pengalaman sulit masa kecil khususnya kekerasan seksual memiliki pengaruh langsung yang paling signifikan terhadap NSSI. Sementara itu, keberfungsian keluarga dan dukungan interpersonal memengaruhi NSSI secara tidak langsung melalui mediasi reaktivitas emosi atau ruminasi kritik diri. Temuan ini menegaskan pentingnya mengelola faktor-faktor utama tersebut dalam upaya pencegahan dan penanganan NSSI pada mahasiswa.
NON-SUICIDAL SELF-INJURY BEHAVIOR AMONG UNIVERSITY STUDENTS: MEASUREMENT AND TESTING OF A THEORETICAL MODEL
ABSTRACT
Non-suicidal self-injury (NSSI) among university students has shown a steady increase in recent years, including in Indonesia. This study aimed to develop and test a theoretical model identifying key psychological factors contributing to the emergence of NSSI in this population. The research was conducted in three stages, including a scoping review, pilot testing of measurement tools, and empirical testing of the proposed model. A total of 351 university students (32% male, 68?male) who met screening criteria based on the diagnostic features of NSSI in the DSM-5-TR participated in the model testing. Structural equation modeling (SEM) was used, encompassing both measurement (outer) and structural (inner) model assessments. Results supported the proposed model with strong model fit indices (GFI = 0.999, CFI = 0.969, TLI = 0.952, RMSEA = 0.035). Factors directly contributing to NSSI included the severity of adverse childhood experiences (ACE), high levels of emotional reactivity, and a strong tendency toward self-critical rumination. Among the adverse childhood experiences, sexual abuse had the most significant direct effect on NSSI. Meanwhile, family functioning and interpersonal support influenced NSSI indirectly, mediated by emotional reactivity or self-critical rumination. These findings highlight the importance of addressing these core psychological factors in efforts to prevent and manage NSSI among university students.
Kata Kunci : non-suicidal self-injury, adverse childhood experiences, emotion reactivity, self-critical rumination, mahasiswa.