PERANCANGAN MODEL DIGITALISASI PASAR RAKYAT DALAM KERANGKA SMART CITY: STUDI KASUS PEMERINTAH DAERAH DI WILAYAH DIY
Rizky Dwiputra Restavie Bujung, Dr. Ir. Rudy Hartanto, M.T., IPM.; Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS, CA, Ak.
2025 | Tesis | S2 Teknologi Informasi
Penelitian ini bertujuan untuk
merancang model digitalisasi pasar rakyat yang terstruktur dan adaptif, sebagai
solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam
mengimplementasikan transformasi digital. Permasalahan utama yang diidentifikasi
mencakup belum tersedianya kapasitas teknologi informasi di lingkungan Dinas
Perdagangan yang menjadi pelaksana program, serta rendahnya literasi digital
pedagang yang menyebabkan rendahnya tingkat adopsi teknologi. Melalui
pendekatan campuran (kualitatif dan kuantitatif), penelitian ini mengumpulkan
data melalui wawancara mendalam, studi dokumen, dan observasi lapangan di tiga
kabupaten/kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang telah memulai
inisiatif digitalisasi pasar.
Proses penelitian mencakup empat
tahapan: analisis kondisi eksisting, perancangan model digitalisasi, validasi
model oleh pakar, dan penyusunan strategi implementasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa meskipun beberapa bentuk digitalisasi seperti e-retribusi,
katalog digital, dan sistem pembelajaran daring telah diterapkan di daerah,
pelaksanaan digitalisasi masih menghadapi kendala serius seperti belum adanya
standar nasional, keterbatasan infrastruktur dan SDM, serta lemahnya tata
kelola lintas sektor. Penelitian ini menghasilkan model digitalisasi pasar
rakyat yang komprehensif dan kontekstual, yang terdiri dari arah strategis,
cakupan layanan, tahapan implementasi (adopsi–transformasi–harmonisasi),
kebutuhan infrastruktur dan tata kelola TI, serta keterkaitan dengan kebijakan
Smart City dan SPBE. Model ini diharapkan menjadi acuan strategis bagi
pemerintah daerah dalam merancang dan menjalankan digitalisasi layanan pasar
rakyat secara berkelanjutan.
This research aims to develop a
structured and adaptable digitalization model for traditional markets (pasar
rakyat) in Indonesia, addressing the multifaceted challenges faced by local
governments in implementing digital transformation initiatives. These
challenges include the lack of IT capacity within the Trade Offices, which are
typically assigned responsibility for implementation despite their limited
technological expertise, and the low level of digital literacy among traders,
which hinders adoption. Using a mixed method, the study collected data from
interviews, document reviews, and field observations across three
administrative regions in the Special Region of Yogyakarta (DIY), selected for
their active participation in early digitalization efforts.
The research process involves four stages: identifying existing conditions, designing the digitalization model, validating the model with expert judgement, and formulating implementation strategies. The findings reveal that while several digital components such as e-retribution, online marketplaces, and learning management systems have been locally implemented, the absence of national standards, limited resources, and fragmented governance remain substantial barriers. The final output of the study is a holistic digitalization model comprising strategic direction, service domains, implementation phases (adoption–transformation–harmonization), infrastructure requirements, and IT governance, aligned with Smart City and SPBE (Electronic-Based Government System) policies. This model provides a comprehensive reference for local governments to plan, implement, and scale sustainable digital market services.
Kata Kunci : Pasar Rakyat, Tata Kelola dan Manajemen TI, Pemerintah Daerah, Model Digitalisasi