Laporkan Masalah

Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Menggunakan Trans Jogja sebagai Moda Transportasi

Muhammad Luthfi Jaisyurrahman, Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc, Ph.D. ; Prof. Ir. Siti. Malkhamah, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng.

2025 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan dengan jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 160.000 orang. Untuk menunjang mobilitas mereka, Trans Jogja disediakan sebagai sistem angkutan umum berbasis Bus Rapid Transit (BRT) yang mencakup 21 trayek, 139 armada, dan 267 halte. Namun, data menunjukkan bahwa minat mahasiswa menggunakan Trans Jogja masih sangat rendah. Berdasarkan survei terhadap 355 mahasiswa S1 dari enam perguruan tinggi di Yogyakarta, sebanyak 75,21% menyatakan tidak pernah menggunakan Trans Jogja dalam perjalanan ke kampus, sementara hanya 0,28% yang menggunakannya setiap hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya minat mahasiswa dalam menggunakan Trans Jogja sebagai moda transportasi harian mereka ke kampus.

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi minat mahasiswa terhadap Trans Jogja menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB) dan dianalisis melalui metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Tiga konstruk utama TPB yaitu Attitude (ATT), Subjective Norm (SN), dan Perceived Behavioral Control (PBC) digunakan, disertai dengan variabel eksternal seperti kenyamanan, aksesibilitas, tarif, dan waktu tempuh.

Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap mahasiswa (ATT) merupakan faktor paling dominan dengan nilai koefisien jalur ? = 0,393 dan nilai f² = 0,125. Norma subjektif (SN) dan persepsi kontrol perilaku (PBC) juga signifikan dengan koefisien masing-masing ? = 0,274 dan ? = 0,220. Faktor penghambat utama antara lain: 57,5% responden tinggal lebih dari 500 meter dari halte, waktu tunggu yang tidak menentu, serta rute yang dinilai tidak efisien. Meski 81% responden mengakui tarif Trans Jogja ekonomis (rerata skor ATT3 = 4,00), kenyamanan, akses digital, dan keandalan waktu tempuh menjadi pertimbangan utama mahasiswa dalam memilih moda transportasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan jaringan layanan ke area kos, penyediaan informasi real-time, promosi digital, serta integrasi sistem pembayaran elektronik untuk meningkatkan kepercayaan dan minat mahasiswa terhadap Trans Jogja.


Yogyakarta is widely recognized as a city of education, with a student population exceeding 160,000. To support student mobility, Trans Jogja operates as a Bus Rapid Transit (BRT) system, comprising 21 routes, 139 buses, and 267 shelters. However, despite its extensive network, student interest in using Trans Jogja remains remarkably low. A survey of 355 undergraduate students from six major universities in Yogyakarta revealed that 75.21% never use Trans Jogja to commute to campus, and only 0.28% use it on a daily basis. Therefore, this study aims to identify the key factors that contribute to the low level of student interest in using Trans Jogja as a daily mode of transportation to campus.


This study aims to identify the key factors influencing students' intention to use Trans Jogja, applying the Theory of Planned Behavior (TPB) and analyzed through Structural Equation Modeling using the Partial Least Squares (SEM-PLS) approach. The three core TPB constructs—Attitude (ATT), Subjective Norms (SN), and Perceived Behavioral Control (PBC)—are examined alongside external variables such as comfort, accessibility, fare, and travel time.


Results indicate that attitude (ATT) is the most dominant factor influencing intention, with a path coefficient ? = 0.393 and an effect size f² = 0.125. Subjective norms (? = 0.274) and perceived behavioral control (? = 0.220) also show statistically significant effects. Major barriers include the fact that 57.5% of respondents live more than 500 meters from the nearest shelter, long and uncertain waiting times, and inefficient routes. Although 81% of respondents consider Trans Jogja’s fare economical (mean score ATT3 = 4.00), key concerns remain around comfort, digital access, and travel reliability. The study recommends expanding the service network to student housing areas, improving real-time travel information, enhancing digital promotions, and integrating electronic payment systems to increase trust and student interest in using Trans Jogja as a daily transportation mode.


Kata Kunci : Angkutan Umum, Perilaku Perjalanan Mahasiswa, SEM-PLS, Theory of Planned Behavior, Trans Jogja, Yogyakarta.

  1. S2-2025-512358-abstract.pdf  
  2. S2-2025-512358-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-512358-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-512358-title.pdf