Kesiapan Petani Dalam Penggunaan Teknologi Digital Untuk Mendukung Usaha Tani Bawang Merah Di Kabupaten Kulon Progo
Fakhry Ahmad Ahzami, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc. ; Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P. ; Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc.
2025 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kesiapan petani dari aspek dimensi pendorong dalam penggunaan teknologi digital untuk mendukung usaha tani bawang merah di Kabupaten Kulon Progo, (2) mengetahui kesiapan petani dari aspek dimensi penghambat dalam penggunaan teknologi digital untuk mendukung usaha tani bawang merah di Kabupaten Kulon Progo, serta (3) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan petani dalam penggunaan teknologi digital untuk mendukung usaha tani bawang merah di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling di Kapanewon Sentolo dan Panjatan Kabupaten Kulon Progo. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Data dianalisis dengan menghitung nilai Technology Readiness Index (TRI) untuk analisis kesiapan penggunaan teknologi digital, serta persamaan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dengan fungsi Cobb-Douglas untuk analisis faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan penggunaan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kesiapan petani dalam penggunaan teknologi digital dari aspek dimensi optimisme sebesar 0,97 yang terbilang tinggi sementara dimensi inovasi sebesar 0,74 terbilang rendah, (2) kesiapan petani dalam penggunaan teknologi digital dari aspek dimensi ketidaknyamanan sebesar 0,87 yang terbilang tinggi sementara dimensi ketidakamanan sebesar 0,83 terbilang tinggi, serta (3) faktor tingkat pendidikan dan luas lahan berpengaruh positif terhadap indeks kesiapan teknologi (TRI) petani bawang merah di Kabupaten Kulon Progo.
This research aims to: (1) determine farmers’ readiness in terms of motivational dimensions in the use of digital technology to support shallot farming in Kulon Progo Regency, (2) to determine farmers' readiness in terms of the inhibitors in the use of digital technology to support shallot farming in Kulon Progo Regency, and (3) to identify the factors that influence farmers' readiness in the use of digital technology to support shallot farming in Kulon Progo Regency. This research uses descriptive analysis method with quantitative approaches. The research location was determined by purposive sampling in Sentolo and Panjatan Sub-district, Kulon Progo Regency. Sample determination using purposive sampling technique with a total sample size of 80 respondents. The data were analyzed by calculating the Technology Readiness Index (TRI) value for analyzing digital technology readiness, and multiple linear regression equations using the Ordinary Least Squares (OLS) method with the Cobb-Douglas function to analyze the factors influencing digital technology readiness. The results showed that (1) farmers' readiness to use digital technology from the optimism dimension aspect is 0.97, which is considered high, while the innovation dimension is 0.74, which is considered low, (2) farmers' readiness to use digital technology in terms of the discomfort dimension was 0.87, which is considered high, while the insecurity dimension was 0.83, which is also considered high, and (3) the factors of education level and land area have a positive effect on the technology readiness index (TRI) of shallot farmers in Kulon Progo District.
Kata Kunci : usaha tani bawang merah, kesiapan teknologi digital, technology readiness index