Laporkan Masalah

Luaran Toksoplasmosis Okular dengan ODS Scar Makula pada Anak

Maya Novariza, Dr. dr. Ida Safitri L, Sp. A(K); Prof. Dr. dr. E.S. Herini, Sp. A(K)

2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan anak

Latar Belakang: Toxoplasma gondii adalah parasit protozoa yang dapat menyebabkan infeksi pada hewan dan manusia, mempengaruhi sekitar sepertiga populasi dunia. Infeksi ini dapat terjadi secara kongenital maupun didapat. Manifestasi klinis toksoplasmosis kongenital bersifat polimorfik, dengan 75% di antaranya seringkali bersifat subklinis pada bayi baru lahir yang terinfeksi. Sekitar 80% pasien dengan toksoplasmosis kongenital juga menunjukkan manifestasi toksoplasmosis okular. Toksoplasmosis okular yang melibatkan makula dapat menyebabkan penurunan penglihatan permanen dan memiliki tingkat rekurensi sekitar 13%.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi, identifikasi, serta pengendalian faktor risiko yang memengaruhi penglihatan, rekurensi, dan kualitas hidup pada seorang anak berusia 8 tahun yang menderita toksoplasmosis okular dengan scar pada makula di kedua mata. Pemantauan dilakukan secara holistik, mencakup kondisi medis dan aspek sosial pasien.
Metode: Penelitian deskriptif dilakukan dengan pengambilan data dan penilaian capaian tiap variabel yang dipantau, disertai dengan hasil akhir luaran terhadap intervensi yang dilakukan. Evaluasi kondisi klinis, laboratorium, dan pemeriksaan penunjang lainnya dilakukan dengan membandingkan kondisi baseline pasien pada awal pemantauan dengan hasil akhir pada periode pemantauan. Hasil akhir dibandingkan dengan standar target tiap variabel.
Hasil: Tidak ditemukan progresivitas pada toksoplasmosis okular berupa lesi baru atau korioretinitis. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan akibat penggunaan kotrimoksazol, dan kualitas hidup pasien tetap baik berdasarkan skor PedsQL 4.0 untuk usia 8-18 tahun. Hasil pemeriksaan serologi menunjukkan penurunan ringan kadar IgG anti toksoplasma.
Simpulan: Pemantauan jangka panjang tetap diperlukan karena kemungkinan rekurensi yang masih ada. Pemantauan meliputi pemeriksaan visus, funduskopi, dan serologi sesuai kebutuhan klinis. Edukasi mengenai pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan rumah sangat penting untuk mencegah infeksi ulang.


Background: Toxoplasma gondii is a protozoan parasite that can cause infection in both animals and humans, affecting approximately one-third of the global population. The infection can be congenital or acquired. The clinical manifestations of congenital toxoplasmosis are polymorphic, with 75% often being subclinical in newborns who are infected. Around 80% of congenital toxoplasmosis cases also present as ocular toxoplasmosis. Ocular toxoplasmosis involving the macula can lead to permanent vision loss and has a recurrence rate of about 13%.
Objective: This study aims to observe, identify, and manage risk factors affecting vision, recurrence, and quality of life in an 8-year-old child with ocular toxoplasmosis with macular scarring in both eyes. Monitoring is conducted holistically, considering both the medical and social aspects of the patient’s condition.
Methods: A descriptive study was conducted by collecting data and assessing the progress of each monitored variable, along with the final outcomes of the interventions performed. Clinical, laboratory, and additional supporting examinations were evaluated by comparing the patient’s baseline condition at the start of monitoring with the final results at the end of the monitoring period. The final results were compared with the target standards for each variable.
Results: No progression of ocular toxoplasmosis was observed, including new lesions or chorioretinitis. No serious side effects were reported from the use of cotrimoxazole, and the patient’s quality of life remained good, based on the PedsQL 4.0 score for children aged 8-18 years. Serological examination showed a slight decrease in the levels of IgG anti-Toxoplasma.
Conclusion: Long-term monitoring is still necessary due to the possibility of recurrence. Monitoring should include visual acuity, funduscopy, and serology as clinically indicated. Education regarding the importance of regular health monitoring and maintaining a clean and healthy home environment is crucial to prevent reinfection.


Kata Kunci : Toksoplasmosis okular, scar makula, anak, rekurensi.

  1. SPESIALIS-2025-491785-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2025-491785-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2025-491785-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2025-491785-title.pdf