Laporkan Masalah

MEMAKNAI PENDIDIKAN POLITIK DARI SUDUT PANDANG PEMILIH PEMULA (Analisis Resepsi Pemilih Pemula tentang Akun Media Sosial TikTok Abigail Limuria sebagai bagian dari Pendidikan Politik Informal)

Tarisa Rahmadani, Dr. Wisnu Martha Adiputra, S.I.P., M.Si.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Teori resepsi dan penelitian mengenai audiens mempertanyakan dasar tentang bagaimana manusia memahami sesuatu dan maknanya dalam kehidupan. Melalui paradigma tersebut, audiens dipahami sebagai pihak yang aktif, yang terlibat dalam proses pembuatan, bukan hanya menyerap makna. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah resepsi audiens pemilih pemula dalam memahami dan menerima makna pendidikan politik dan menganalisis pemaknaan yang ditawarkan oleh akun media sosial TikTok Abigail Limuria. Dengan menggunakan teori analisis resepsi dengan model Consolidated Analytical Framework milik Carolyn Michelle (2007) serta relasi teks Meyer Howard Abrams (1971), penelitian ini menganalisis pengalaman pemilih pemula dalam menggunakan hak suaranya pertama kali pada pemilihan umum. Melibatkan lima orang pemilih pemula dengan berbagai latar belakang yang berbeda, hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memaknai teks media dengan beragam dan membawa nilai-nilai yang melekat pada dirinya berdasarkan pada lingkungan sosial, hingga kebiasaan bermedia. Pada tingkatan denotatif, audiens menggambarkan makna literal dari teks media dengan pola yang cenderung konsisten bergerak pada mode transparent dan referential, dengan beberapa pemaknaan pada mode mediated. Pada tingkatan konotatif, audiens mengintegrasikan teks media ke dalam ekosistem personal mereka, menjadikannya relevan dengan kehidupan, pekerjaan, dan kepercayaan mereka. Kemudian, tingkatan evaluasi menunjukkan tiga informan berada pada posisi hegemonic reading, dua lainnya berada pada contesting reading, dan tidak ditemukan informan yang berada pada posisi counter-hegemonic reading.

Reception theory and audience research question the underlying principles of how humans perceive and interpret things, as well as their meaning in life. Through this paradigm, audiences are understood as active participants in the creation process, not merely as absorbers of meaning. This study aims to examine the reception of first-time voters in understanding and accepting the meaning of political education and to analyze the meanings offered by Abigail Limuria's TikTok social media account. Utilizing reception analysis theory with Carolyn Michelle's (2007) Consolidated Analytical Framework model and Meyer Howard Abrams' (1971) text relations, this study analyzes the experiences of first-time voters in exercising their voting rights for the first time in a general election. Involving five first-time voters from diverse backgrounds, the results show that informants interpret media texts in various ways and bring values inherent to themselves based on their social environment and media habits. At the denotative level, the audience describes the literal meaning of media texts with patterns that tend to be consistent in transparent and referential modes, with some interpretations in mediated modes. At the connotative level, the audience integrated media texts into their personal ecosystems, making them relevant to their lives, work, and beliefs. Then, the evaluation level showed that three informants were in the hegemonic reading position, two others were in the contesting reading position, and no informants were found to be in the counter-hegemonic reading position.

Kata Kunci : Resepsi Audiens, Pemilih Pemula, Pendidikan Politik, TikTok, dan Pemilihan Umum Indonesia

  1. S2-2025-525479-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525479-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525479-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525479-title.pdf