ANALISIS DAYA SAING KESELURUHAN (OCE) STUDI KASUS: PT. WANATIARA PERSADA
I Gde Wayan Sunta Di Wisesa, Dr. Ertambang Nahartyo, M.Sc., CMA., Ak., CA.
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian
ini menganalisis tantangan struktural yang dihadapi PT. Wanatiara Persada,
sebuah perusahaan smelter nikel di Indonesia, dalam konteks industri yang
kompetitif dan dinamis. Fokus utama adalah dampak struktur royalti yang tidak
proporsional terhadap efisiensi biaya operasional serta pergeseran tren pasar
global dari baterai berbasis nikel ke besi, yang mengurangi nilai komersial
produk feronikel (Fe-Ni) perusahaan. Menggunakan pendekatan Overall
Competitiveness Efficiency (OCE) yang dikembangkan oleh Paksoy dkk. (2023),
penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi guna meningkatkan daya saing
perusahaan dibandingkan kompetitor dengan model entitas terintegrasi. Metode
yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi
kasus eksplanatoris, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan
analisis dokumen operasional serta keuangan. Hasil penelitian mengungkapkan
bahwa beban royalti ganda akibat pemisahan entitas tambang dan smelter secara
signifikan menurunkan efisiensi biaya operasional, sementara ketergantungan
pada pasar ekspor tunggal ke Tiongkok memperburuk risiko pasar. Pendekatan OCE
terbukti lebih relevan dibandingkan model analisis kompetitif konvensional
seperti Porter’s Five Forces, karena mencakup dimensi internal seperti
efisiensi operasional dan adaptasi teknologi. Penelitian ini merekomendasikan
reformulasi struktur entitas melalui integrasi vertikal, akselerasi
transformasi digital, dan pengembangan strategi hilirisasi yang memonetisasi
unsur besi dalam Fe-Ni untuk meningkatkan daya saing jangka panjang. Temuan ini
berkontribusi pada penerapan OCE dalam industri nikel dan memberikan
panduan praktis bagi perusahaan sejenis.
This
study analyzes the structural challenges faced by PT. Wanatiara Persada, a
nickel smelter company in Indonesia, within a highly competitive and dynamic
industrial environment. The primary focus is on the impact of a
disproportionate royalty structure on operational cost efficiency, as well as
the shifting global market trend from nickel-based to iron-based batteries,
which has diminished the commercial value of the company’s ferronickel (Fe-Ni)
products. Employing the Overall Competitiveness Efficiency (OCE) framework
developed by Paksoy et al. (2023), this research aims to formulate strategic
recommendations to enhance the company’s competitiveness compared to integrated
entity models adopted by its peers. The methodology adopts a qualitative
descriptive approach through an explanatory case study design, involving
in-depth interviews, participatory observation, and analysis of operational and
financial documents. The findings reveal that the dual royalty burden,
resulting from the separation of mining and smelting entities, significantly
undermines operational cost efficiency. Additionally, the company’s dependence
on a single export market—China—further exacerbates market risk. The OCE
framework proves to be more relevant than conventional competitive analysis
models such as Porter’s Five Forces, as it incorporates internal dimensions
like operational efficiency and technological adaptation. The study recommends
a reformulation of the corporate structure through vertical integration,
accelerated digital transformation, and the development of downstream
strategies that monetize the iron content within Fe-Ni to enhance long-term
competitiveness. These findings contribute to the application of the OCE model
in the nickel industry and offer practical guidance for similar companies.
Kata Kunci : Daya Saing Keseluruhan, Efisiensi Operasional, Industri Nikel, Royalti, Studi Kasus