Laporkan Masalah

Transformasi Tata Ruang Kota Jember Tahun 1883-1970 dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Masyarakat

Rajwa Andista, Dr. Fahmi Prihantoro, S.S., S.H., M.A.

2025 | Skripsi | ARKEOLOGI

Transformasi tata ruang kota Jember tahun 1883-1970 menunjukkan perubahan yang kompleks, baik secara fisik maupun fungsional. Perubahan ini memengaruhi struktur kota, orientasi ruang, serta pola aktivitas masyarakat yang hidup di dalamnya. Seiring dengan berkembangnya zaman, wilayah kota mengalami perluasan fungsi yang menyebabkan terjadinya pergeseran identitas ruang dan tekanan terhadap tinggalan kolonial yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bentuk transformasi tata ruang kota Jember dari tahun 1883 hingga 1970 serta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, didukung oleh data primer berupa observasi lapangan, dokumentasi foto, dan peta historis. Pendekatan arkeologi lanskap serta teori transformasi perkotaan dan citra kota diaplikasikan untuk menganalisis perubahan struktur fisik dan persepsi masyarakat terhadap ruang kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kota Jember terjadi secara bertahap dan tidak selalu terencana. Bentuk fisik kota bergeser dari bentuk bujur sangkar menjadi bentuk pita dengan tetap mempertahankan pola konsentrisnya. Banyak tinggalan kolonial mengalami perubahan fungsi atau bahkan menghilang. Hal ini berdampak pada berubahnya cara masyarakat berinteraksi dengan ruang kota, sekaligus menunjukkan pentingnya pelestarian tata ruang bersejarah dalam proses modernisasi.

The spatial transformation of Jember City 1883-1970 reflects complex changes, both physically and functionally. These shifts affect the city city’s structure, spatial orientation, and patterns of community activities. As the city evolves, its functions expand, leading to identity shifts in space and increasing pressure on existing colonial heritage. This research aims to examine the spatial transformation of Jember City from 1883 to 2025 and its impact on community life. The study employs a descriptive qualitative method, with primary data derived from field observation, photographic documentation, and historical maps. A landscape archaeology approach is applied alongside urban transformation theory and theory of the urban image to analyze structural changes and community perceptions of urban space. The results indicate that Jember’s transformation occurred gradually and often without structured planning. The physical form of the city shifted from a square to a ribbon shape while maintaining its concentric pattern. Many colonial structures have been repurposed or lost altogether. This has influenced how communities interact with urban spaces and underscores the importance of preserving historical spatial identity amidst modernization.

Kata Kunci : transformasi kota, Jember, tata ruang, kolonial.

  1. S1-2025-474709-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474709-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474709-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474709-title.pdf