Penggunaan Foto Udara dan Sistem Informasi Geografis untuk mengkaji tingkat kerawanan kecelakaan lalulintas di Surabaya Pusat
Aktiva Primananda Hadiarta, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Barandi Sapta Widartono, S.Si.
2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan dan kemanfaatan foto udara dalam menyadap parameter yang mempengaruhi kerawanan kecelakaan lalu lintas, membuat model spasial tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas berdasarkan interval waktu dengan menggunakan parameter kondisi jalan dan lingkungan, menganalisis karakteristik daerah rawan kecelakaan dan pola penyebaran daerah rawan kecelakaan, serta memberikan rekomendasi upaya penanggulangan masalah keselamatan lalu lintas pada daerah yang rawan kecelakaan berdasarkan hasil pemodelan spasial yang dikembangkan. Sumber data utama yang digunakan adalah foto udara pankromatik hitam putih skala 1:5.000 tahun 2002. Data yang dikumpulkan meliputi data primer (diperoleh dari foto udara dan lapangan) serta data sekunder instansional. Data primer yang diperoleh dari foto udara meliputi karakteristik parameter kerawanan kecelakaan (penggunaan lahan, radius belokan, jarak pandang bebas, trotoar, bahu jalan, fasilitas penyeberangan, marka jalan, pola arus lalu lintas, persimpangan, perlintasan kereta api); serta unsur geometrik jalan (tipe jalan, lebar badan jalan, lebar bahu jalan, lebar trotoar). Data primer yang diperoleh dari lapangan adalah jumlah rambu yang terhalang atau rusak. Data sekunder instansional meliputi jumlah penduduk, volume lalu lintas per jam, jumlah rambu yang telah ada dan kebutuhan rambu, kecepatan rata-rata kendaraan, data kecelakaan dari kepolisian, data atribut jalan, peta RBI, dan peta jaringan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto udara pankromatik hitam putih skala 1:5.000 memiliki kemampuan yang baik dan bermanfaat dalam menyadap parameter kondisi jalan dan lingkungan yang mempengaruhi kerawanan kecelakaan. Hal tersebut ditunjukkan dari tingkat ketelitian interpretasi parameter mencapai minimal 89,87% dan maksimal 100%. Model spasial tingkat kerawanan kecelakaan memberikan hasil yang baik karena mempunyai kesesuaian dengan data kecelakaan dari kepolisian, dimana jalan dengan klas rawan juga mempunyai angka kecelakaan yang tinggi. Hasil pemodelan disajikan ke dalam peta tingkat kerawanan kecelakaan yang dibedakan atas empat periode waktu, yaitu pagi (pukul 06.00-10.00), siang (pukul 10.00-14.00), sore (pukul 14.00-18.00), dan malam (pukul 18.00-22.00). Potensi terjadinya kecelakaan (kondisi rawan kecelakaan) paling tinggi adalah pada jam sibuk sore, saat orang pulang kantor atau sekolah sementara kegiatan di CBD yang masih berjalan. Jalan-jalan yang termasuk klas rawan tersebut adalah jalan Alun-alun Contong, Demak, Dupak, Kalibutuh, Kalianyar, Kapasan, Kapasari, Kedungsari, Pasar Kembang, Pasar Turi, Raya Darmo, Raya Diponegoro, Semarang, dan Tegalsari. Adapun klas agak rawan terdapat pada sebagian besar ruas jalan yang diteliti, yakni lebih dari 250 ruas dari keseluruhan 316 ruas. Klas tidak rawan hanya terdapat pada sebagian ruas jalan Ketabang Kali, Basuki Rahmat, dan Gubeng Pojok. Sebagian besar kondisi rawan kecelakaan dipengaruhi oleh tingginya V/C Ratio. Pola penyebaran daerah rawan kecelakaan adalah pada ruas jalan dengan V/C Ratio tinggi, penggunaan lahan komersial, jalan arteri, dan pada perlintasan kereta api. Rekomendasi diarahkan pada upaya pengaturan faktor jalan dan sistem lalu lintas.
-
Kata Kunci : Kecelakaan lalulintas,Penggunaan foto udara,Sistem informasi geografis,Surabaya,Jawa Timur