Laporkan Masalah

Model Pengembangan Kompetensi Pemandu Wisata di Kawasan Borobudur

I Putu Hardani Hesti Duari, Prof. Dr-Phil. Janianton Damanik, M.Si ; Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D ; Drs. John Soeprihanto, MIM, P.hD

2025 | Disertasi | S3 Kajian Pariwisata

Pemandu wisata merupakan sumber daya manusia pariwisata yang memegang peran penting dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata, khususnya di destinasi berkelas internasional seperti Kawasan Borobudur. Peran tersebut terkait penguasaan kompetensi pemandu wisata yang menjadi kunci utama bekerja secara profesional. Namu, masih terdapat keterbatasan kajian yang membahas model pengembangan kompetensi pemandu wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting kompetensi pemandu wisata yang telah ada dan menyusun model pengembangan kompetensi pemandu wisata di Kawasan Borobudur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan lokasi penelitian di Kawasan Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia. Pengumpulan data melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada 60 responden. data dianalisis menggunakan alat analisis SEM PLS versi 4 dengan pendekatan second order Embeded Two Stage Approach, untuk menguji kelayakan model yang dibangun. Hasil penelitian ini diperoleh kondisi eksisting kompetensi pemandu wisata dengan variasi kompetensi yang dikuasai pemandu wisata dalam kategori tinggi. Sedangkan hasil pengujian model diperoleh model integratif yang dipengaruhi kurikulum, pelatihan, keterampilan profesional, pengetahuan profesional, dan kualitas personal. Model ini memperkuat kualitas pelayanan pemandu wisata yang berkarakter dan adaptif dalam industri pariwisata berkelanjutan.

Tour Guide are a crusiao human ressource in the tourism sector, playing a signifiacnt role in advancing tourism, particularly in internationally renowned destinations such as the Borobudur Area. This role is closely tied to the mastery of tour guide competencies, which are essential for profesional performance. However, there remains a limited number of studies addressing models for developing tour guide competencies. This research aims to examine the existing conditions of tour guide competencies and to develop a competency development model for tour guides in Borobudur Area. This study employs a quantitative research approach, with the research location set in Borobudur, Central Java, Indonesia. We conducted data collection by distributing closed questionnaires to 60 respondents. The data were analyzed using SEM PLS version 4 with a second-order embedded two-stage approachto test the feasibility of the constructed model. The findings reveal the existing conditions of tour guide competencies, with variations in the competencies mastered by tour guides falling into the high category. Meanwhile,the model testing results yielded an integrative model influenced by curriculum, training, professional skills, professional knowledge, and personal quality. This model strengthens the quality of character-driven and adaptive services within the sustainable tourism industry.


Kata Kunci : Keywords: Tour Guide, Tour Guide Competency Model, Tour Guide Competency, Borobudur

  1. S3-2025-475972-abstract.pdf  
  2. S3-2025-475972-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-475972-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-475972-title.pdf