Analisis Implementasi Strategi Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Dalam Meningkatkan Keberlanjutan Bisnis Studi Kasus PT. Layanan Cepat Logsitik Indonesia
Salsavia Prahita, Willy Abdillah, Prof., Dr., M.Sc.,
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin menjadi keharusan strategis di industri logistik global, termasuk di Indonesia yang menghadapi tantangan emisi tinggi dan tekanan regulasi internasional. PT. Layanan Cepat Logistik Indonesia merupakan unit lokal dari grup multinasional yang telah mengimplementasikan program Go Green pada produk pengiriman perusahan. Namun, fragmentasi regulasi, keterbatasan infrastruktur energi hijau, serta belum siapnya ekosistem rantai pasok menunjukkan bahwa keberhasilan ESG memerlukan integrasi strategi adaptif antara visi global dan kesiapan lokal. Penelitian ini menjadi penting untuk mengevaluasi strategi keberlanjutan perusahaan dalam menghadapi tantangan eksternal dan memperkuat daya saing jangka panjang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman untuk mereduksi dan mengkategorisasi data, serta triangulasi sumber untuk meningkatkan validitas. Kerangka analisis mencakup PESTLE untuk memetakan faktor eksternal, VRIO untuk mengidentifikasi kapabilitas internal, Triple Bottom Line untuk menilai keberlanjutan multidimensi, serta model Nadler-Tushman untuk mengungkap kesenjangan strategis yang menghambat efektivitas implementasi ESG.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Layanan Cepat Logistik Indonesia telah memiliki keunggulan kompetitif berkelanjutan melalui kapabilitas seperti elektrifikasi armada, penggunaan SAF, sistem audit ESG global, dan budaya kerja hijau. Namun, tantangan seperti ketidakharmonisan regulasi, vendor yang belum memenuhi standar ESG, serta kurangnya infrastruktur publik masih menjadi hambatan. Untuk itu, lima strategi disusun: advokasi kebijakan publik, onboarding vendor hijau, pembangunan infrastruktur energi bersih, digitalisasi pelaporan ESG, dan penyebaran budaya keberlanjutan hingga level mitra eksternal. Pendekatan ini memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin logistik hijau nasional yang adaptif dan kolaboratif.
The implementation of Environmental, Social, and Governance (ESG) principles is increasingly becoming a strategic necessity in the global logistics industry, including in Indonesia, which faces the dual challenges of high emissions and international regulatory pressure. PT. Layanan Cepat Logistik Indonesia, a local unit of a multinational group, has implemented the Go Green program in the Company’s delivery services. However, regulatory fragmentation, limited green energy infrastructure, and the unpreparedness of the supply chain ecosystem indicate that ESG success requires an integration of adaptive strategies that align global visions with local readiness. This study is essential to evaluate the company's sustainability strategies in responding to external challenges and strengthening its long-term competitiveness.
The research employs a descriptive qualitative approach, using data collection methods including semi-structured interviews and document analysis. Data analysis follows the Miles and Huberman model to reduce and categorize data, with source triangulation to enhance validity. The analytical framework includes PESTLE to map external factors, VRIO to identify internal capabilities, Triple Bottom Line to assess multidimensional sustainability, and the Nadler-Tushman model to uncover strategic gaps that hinder effective ESG implementation.
The findings show that PT. Layanan Cepat Logistik Indonesia possesses sustainable competitive advantages through capabilities such as fleet electrification, SAF utilization, a global ESG audit system, and a green work culture. However, challenges such as regulatory misalignment, vendors that do not yet meet ESG standards, and the lack of public infrastructure remain significant barriers. To address these, five strategies have been developed: public policy advocacy, green vendor onboarding, clean energy infrastructure development, ESG reporting digitalization, and the dissemination of a sustainability culture to external partners. This approach reinforces the company’s position as an adaptive and collaborative leader in national green logistics.
Kata Kunci : ESG, Sustainable Logistics, VRIO, PESTLE, Triple Bottom Line, Nadler- Tushman, Business Sustainability.