Laporkan Masalah

Wacana Publik Turki terhadap Kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan : Perspektif Budaya Politik

Amalia Sri Sulanjari, Prof. Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.

2025 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah

Tesis ini menelaah bagaimana wacana publik membentuk budaya politik di

Turki sepanjang era kepemimpinan Recep Tayyip Erdo?an. Berlandaskan teori budaya

politik dari Almond dan Verba serta menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif,

penelitian ini mengkaji pidato resmi, pemberitaan media, dan dokumen kebijakan

untuk melihat bagaimana nilai-nilai seperti loyalitas, stabilitas, identitas nasional, dan

kepemimpinan direpresentasikan dan dimaknai dalam ruang publik. Hasil analisis

menunjukkan bahwa budaya politik di masa Erdo?an didominasi oleh perpaduan antara

budaya pasif dan partisipan yang selektif, di mana keterlibatan masyarakat lebih

banyak diarahkan pada dukungan terhadap tokoh sentral dibanding partisipasi kritis

yang deliberatif. Di saat sebagian besar wacana negara memperkuat ikatan emosional

dan simbolik dengan pendukung, kelompok oposisi menghadapi pembatasan dalam

berekspresi dan berpartisipasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa politik bukan

sekadar alat komunikasi, melainkan praktik sosial yang erat kaitannya dengan relasi

kuasa dan pembentukan identitas kolektif. Dengan menempatkan wacana sebagai titik

pijak, tesis ini berupaya memberi pemahaman baru mengenai cara negara dan

masyarakat saling membentuk dalam lanskap politik yang semakin terpolarisasi.


This thesis explores how public discourse has shaped Turkey’s political culture

during the leadership of Recep Tayyip Erdo?an. Drawing on Almond and Verba’s

theory of political culture and using a qualitative-descriptive approach, the study looks

at speeches, media narratives, and policy documents to understand how key political

values, such as loyalty, leadership, stability, and national identity are communicated

and interpreted in the public sphere. The findings suggest that Erdo?an’s era is marked

by a blend of subject and selective participant political cultures, where public

engagement often centers more on loyalty to a central figure than on critical civic

participation. While government narratives reinforce emotional and symbolic bonds

with supporters, voices of dissent face increasing limitations. This research highlights

the role of language not just as a means of expression, but as a social practice deeply

tied to power and identity. By focusing on discourse, the study offers new insights into

the evolving relationship between the Turkish state and its citizens in a political

environment where democratic procedures persist, but democratic values face serious

strain.

Kata Kunci : Budaya Politik, Recep Tayyip Erdo?an, Wacana Publik, Turki, partisipasi politik, loyalitas, otoritarianisme elektoral.

  1. S2-2025-525047-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525047-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525047-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525047-title.pdf