Perancangan Paket Wisata Agrowisata Kampung Singkong, Salatiga, Jawa Tengah
Ratih Adriyani Saraswati, Dr. Fatkurrohman, S.I.P., M.Si.,C.H.E
2025 | Tugas Akhir | D4 Bisnis Perjalanan Wisata
Provinsi
Jawa Tengah memiliki beragam potensi wisata yang meliputi aspek alam, budaya,
sejarah, dan buatan, yang salah satu bentuk pengembangannya dilakukan melalui
program desa wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komponen
wisata dan merancang paket wisata berbasis agrowisata yang terletak di Kampung
Singkong, Jalan Argowiyoto, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota
Salatiga, Jawa Tengah. Kampung Singkong merupakan salah satu kawasan yang
memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata agrowisata, khususnya dengan
tanaman singkong sebagai komoditas utamanya. Meskipun kawasan ini telah dikenal
sebagai kampung wisata, potensi tersebut belum dikembangkan secara optimal
dalam bentuk paket wisata yang tersusun dengan baik dan terintegrasi secara
sistematis. Oleh karena itu, perancangan paket wisata yang mampu mengemas
potensi lokal menjadi produk wisata yang menarik, partisipatif, dan aplikatif
menjadi hal yang penting untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata lokal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data
berupa observasi langsung ke lapangan dan wawancara dengan pengelola serta
pelaku wisata di Kampung Singkong. Pengumpulan data dilakukan dari bulan
September 2024 sampai bulan Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Kampung Singkong telah memiliki sejumlah elemen pendukung sebagai destinasi
agrowisata sesuai dengan Analisis destinasi pariwisata yang meliputi 6A
(atrractions, accessibility, activities, amenities, available packages,
ancillary), namun Kampung Singkong belum seluruhnya dikelola secara maksimal,
terutama penyusunan paket wisatanya. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian
ini menghasilkan dua bentuk rancangan paket wisata, yaitu paket wisata dua hari
satu malam (2D1N) dan paket wisata satu hari penuh (full day tour). Paket
wisata pertama mencakup kegiatan budidaya singkong, pengolahan hasil panen
menjadi makanan tradisional, aktivitas membatik sebagai pelengkap budaya,
pertunjukan kesenian, serta kunjungan ke UMKM lokal. Paket wisata kedua
mencakup pengolahan hasil panen menjadi makanan tradisional, pengolahan limbah
singkong, dan belanja ke UMKM lokal. Perhitungan harga dilakukan berdasarkan
biaya tetap dan biaya variabel, dengan harga paket pertama adalah Rp575.000 dan
paket kedua Rp375.000. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif
pengembangan wisata lokal berbasis agrowisata, dengan menonjolkan potensi
pertanian singkong sebagai daya tarik utama serta memberikan pengalaman
langsung yang khas kepada wisatawan.
Central
Java Province has a variety of tourism potential that includes natural,
cultural, historical, and artificial aspects, one of which is developed through
the tourist village program. The purpose of this study is to identify the
attractiveness and design agritourism-based tour packages located in Singkong
Village, Argowiyoto Street, Ledok Village, Argomulyo Subdistrict, Salatiga
City, Central Java. Kampung Singkong is one of the areas that has great
potential as an agro-tourism destination, especially with cassava as its main
commodity. Although this area has been recognized as a tourist village, this
potential has not been optimally developed in the form of a well-organized and
systematically integrated tour package. Therefore, designing a tour package
that is able to package local potential into an attractive, participatory, and
applicable tourism product is important to support the development of the local
tourism sector. This research uses a qualitative approach with data collection
methods in the form of direct observation to the field and interviews with
managers and tourism actors in Kampung Singkong. Data collection was carried
out from September 2024 to June 2025. The results showed that Singkong Village
has a number of supporting elements as an agro-tourism destination in
accordance with the Analysis of tourism destinations which includes 6A
(attractions, accessibility, activities, amenities, available packages,
ancillary), but Singkong Village has not been fully managed optimally,
especially the preparation of tour packages. Based on these findings, this
study produced two forms of tour package design, namely a two-day one-night
tour package (2D1N) and a full-day tour package. The first tour package
includes cassava cultivation activities, processing of harvest products into
traditional food, batik activities as a cultural complement, art performances,
and visits to local MSMEs. The second tour package includes processing the
harvest into traditional food, processing cassava waste, and shopping at local
MSMEs. The price calculation is based on fixed costs and variable costs, with
the price of the first package being Rp575,000 and the second package
Rp375,000. This design is expected to be an alternative to agritourism-based
local tourism development, by highlighting the potential of cassava agriculture
as the main attraction and providing a unique hands-on experience to tourists.
Kata Kunci : Kata Kunci: Agrowisata, Perancangan Paket Wisata, Kampung Singkong / Keywords: Agritourism, Tour Package Design, Kampung Singkong