Digitalisasi Diplomasi melalui Trade Expo Indonesia Virtual (2020-2023) sebagai Bentuk Resiliensi atas Pandemi Covid-19
Marissa Anggie Ariani, Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, M.P.P., M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional
Penelitian ini menganalisis transformasi Trade Expo Indonesia (TEI) 2020–2023 sebagai instrumen diplomasi ekonomi digital Pemerintah Indonesia dalam merespons krisis global akibat pandemi COVID-19. Pandemi menyebabkan terhentinya format pameran fisik dan memaksa pemerintah untuk mengadopsi inovasi digital melalui TEI Virtual dan kemudian hybrid, yang menjadi bentuk konkret penerapan resiliensi dalam diplomasi ekonomi, yakni agility (kelincahan beradaptasi), responsiveness (kemampuan merespons krisis), dan anticipation (kapasitas memproyeksikan strategi jangka panjang). Tujuan penelitian ini adalah menelaah bagaimana digitalisasi dan inovasi teknologi dalam penyelenggaraan TEI memperkuat ketahanan sistem perdagangan Indonesia, sekaligus memperluas diplomasi ekonomi ke pasar nontradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen, laporan resmi Kementerian Perdagangan, serta wawancara dengan pejabat, pelaku UKM, dan panitia penyelenggara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan TEI ke model hybrid sejak 2022 menegaskan strategi anticipatory resilience, yakni menggabungkan efisiensi digital dengan keunggulan interaksi fisik yang tidak tergantikan. Dengan demikian, digitalisasi TEI bukan hanya langkah darurat, tetapi juga reposisi strategis diplomasi ekonomi Indonesia dalam ekosistem perdagangan global yang semakin terdigitalisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap studi hubungan internasional dengan memperkaya literatur tentang diplomasi digital, diplomasi ekonomi adaptif, dan resilience institution, serta menghadirkan implikasi praktis bagi kebijakan promosi ekspor di era pascakrisis.
This study analyzes the transformation of Trade Expo Indonesia (TEI) from 2020 to 2023 as an instrument of digital economic diplomacy by the Indonesian Government in response to the COVID-19 pandemic. The suspension of physical exhibitions necessitated the adoption of digital innovations, initially through TEI Virtual and subsequently through hybrid formats. These measures exemplified resilience in economic diplomacy by demonstrating agility and anticipation. The research evaluates how digitalization and technological innovation in TEI strengthen the resilience of Indonesia's trade system and facilitate the expansion of economic diplomacy into non-traditional markets. The qualitative methodology includes document analysis, official Ministry of Trade reports, and interviews with government officials, small and medium enterprises, and the organizing committee. The findings show that TEI's transition to a hybrid model in 2022 reflects an anticipatory resilience strategy by combining digital efficiency with the advantages of physical interaction. The digitalization of TEI signifies both a crisis response and a strategic repositioning of Indonesia's economic diplomacy within the global digital trade environment. This research advances the literature on digital diplomacy, adaptive economic diplomacy, and institutional resilience, and provides practical recommendations for export promotion policies in the post-crisis era.
Kata Kunci : Trade Expo Indonesia, diplomasi ekonomi, digitalisasi, resilience, pandemi COVID-19, economic diplomacy, digitalisation, resilience, COVID-19 pandemic