TREN KECELAKAAN LALU LINTAS DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Johanes Robert Kera, 1. Dr. Ir. Dewanti, M.S.; 2. Prof. Sigit Priyanto, M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi
Pertumbuhan
kendaraan bermotor yang pesat di Provinsi D.I. Yogyakarta dalam beberapa tahun
terakhir telah berdampak pada peningkatan potensi kecelakaan lalu lintas,
khususnya di kawasan perkotaan dan koridor penghubung antarwilayah.
Permasalahan yang muncul adalah belum optimalnya identifikasi wilayah rawan
kecelakaan secara spasial dan belum adanya pendekatan evaluatif yang
mempertimbangkan tingkat paparan lalu lintas secara proporsional. Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik tren kecelakaan per
kabupaten/kota, memetakan perubahan lokasi Daerah Rawan Kecelakaan (DRK) secara
spasial selama tahun 2019 hingga 2023, serta mengklasifikasikan kinerja
keselamatan lalu lintas berdasarkan rasio Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK)
terhadap jumlah kendaraan dan panjang jalan.
Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis data sekunder
berupa data kecelakaan, jumlah kendaraan bermotor, dan panjang jalan per
kabupaten/kota. Data diolah menggunakan metode klasifikasi statistik berbasis
rerata dan simpangan baku untuk menentukan kategori tingkat risiko kecelakaan.
Analisis spasial dilakukan menggunakan pemetaan heatmap tahunan untuk
mengamati pergeseran lokasi DRK selama lima tahun. Kinerja keselamatan lalu
lintas dievaluasi menggunakan rasio AEK terhadap indikator paparan, yaitu
jumlah kendaraan dan panjang jalan, yang kemudian diklasifikasikan ke dalam
empat kategori risiko: sangat rendah, rendah, tinggi, dan sangat tinggi.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Kota Yogyakarta dan Kulon Progo secara konsisten menempati
kategori sangat tinggi untuk kedua rasio. Sleman dan Bantul termasuk dalam
kategori tinggi, dengan fluktuasi lokasi DRK yang meningkat di wilayah
perbatasan dan koridor pendidikan. Sementara itu, Gunungkidul berada dalam
kategori rendah hingga sangat rendah, meskipun terdapat beberapa titik DRK baru
yang muncul di kawasan wisata dan jalur alternatif.
The rapid growth
of motorised vehicles in Yogyakarta Province in recent years has resulted in
an increase in the potential for traffic accidents, especially in urban areas
and corridors connecting regions. The problem that arises is that the
identification of accident-prone areas spatially is not optimal and there is no
evaluative approach that considers the level of traffic exposure
proportionally. This study aims to describe the characteristics of accident trends
per district/city, map changes in the location of Accident Prone Areas (DRK)
spatially from 2019 to 2023, and classify traffic safety performance based on
the ratio of Accident Equivalent Score (AEK) to the number of vehicles
and road length. This study used a descriptive quantitative approach with
secondary data analysis in the form of accident data, number of motor vehicles,
and road length per district/city.
The data was
processed using statistical classification method based on mean and standard
deviation to determine the category of accident risk level. Spatial analysis
was conducted using annual heatmap mapping to observe the shift in DRK location
during the observation period. Traffic safety performance was evaluated using
the ratio of AEK to exposure indicators, namely number of vehicles and
road length, which were then classified into four risk categories: very low, low,
high, and very high.
The results show that Yogyakarta City and Kulon Progo consistently occupy the very high category for both AEK ratios, reflecting high traffic density and limited infrastructure capacity. Sleman and Bantul fall into the high category, with fluctuations in DRK locations increasing in border areas and education corridors. Meanwhile, Gunungkidul is in the low to very low category, although there are some new DRK hotspots emerging in tourist areas and alternative routes. Spatial mapping shows significant dynamics of DRK locations.
Kata Kunci : angka ekivalen kecelakaan (AEK), klasifikasi risiko, tren kecelakaan, analisis spasial, keselamatan lalu lintas, Yogyakarta.