Laporkan Masalah

Motivasi Wisatawan dalam Keputusan Menginap di Desa Wisata Nglanggeran

Dwi Sesri Andini, Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A; Drs. John Suprihanto, MIM, Ph.D

2025 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata

Penelitian ini menganalisis motivasi wisatawan dalam memutuskan durasi menginap di Desa Wisata Nglanggeran, dengan fokus pada perbedaan antara wisatawan yang menginap satu malam (one night stay) dan yang menginap lebih lama (stay longer). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan komparatif untuk memahami motivasi wisatawan dalam memilih durasi menginap di Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta, dengan fokus pada faktor penarik (pull factors) dan pendorong (push factors). Metode pengumpulan data melibatkan observasi terstruktur, dokumentasi visual dan tertulis, serta wawancara semi-terstruktur dengan wisatawan dan pengelola desa. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan berdasarkan kriteria tertentu, seperti tujuan wisata dan durasi menginap minimal satu malam. Data dianalisis melalui pengodean terbuka, aksial, dan selektif, serta interpretasi deskriptif dan perbandingan antara wisatawan yang menginap satu malam dan lebih lama. Keabsahan data diuji dengan triangulasi, membandingkan informasi dari wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memastikan hasil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perbedaan motivasi antara wisatawan one night stay stay dan stay longer dapat dilihat dari durasi menginap mereka yang  mempengaruhi tujuan perjalanan. Wisatawan yang menginap hanya satu malam lebih fokus pada kenyamanan dan ketenangan yang dapat mereka nikmati dalam waktu singkat. Mereka memilih desa wisata yang menawarkan suasana yang tenang dan alami, memberikan kesempatan untuk istirahat tanpa harus terlibat dalam aktivitas sosial atau budaya yang intens. Bagi mereka, tujuan utama liburan adalah relaksasi, dan mereka cenderung mencari pengalaman yang efisien dan singkat. Sebaliknya, wisatawan stay longer melihat perjalanan mereka sebagai kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam dan kaya. Mereka tidak hanya mencari ketenangan, tetapi juga kesempatan untuk terlibat dalam budaya lokal, belajar tentang sejarah, dan menjalin hubungan lebih dekat dengan masyarakat setempat. Mereka tertarik pada atraksi budaya dan alam yang lebih kompleks, serta aktivitas yang memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi lebih banyak aspek dari tempat yang mereka kunjungi. Durasi yang lebih lama memberikan mereka kesempatan untuk menikmati berbagai pengalaman yang lebih luas dan mendalam.

This study analyzes the motivations of tourists in deciding the duration of their stay at Nglanggeran Tourism Village, focusing on the differences between tourists who stay one night (one night stay) and those who stay longer (stay longer). The research employs a descriptive and comparative qualitative approach to understand the motivations of tourists in choosing their length of stay at Nglanggeran Tourism Village, Yogyakarta, with a focus on push factors and pull factors. Data collection methods include structured observation, visual and written documentation, and semi-structured interviews with tourists and village managers. Purposive sampling techniques were used to select informants based on specific criteria, such as the purpose of travel and a minimum one-night stay. Data were analyzed using open, axial, and selective coding, as well as descriptive interpretation and comparison between one-night stay tourists and those staying longer. The validity of the data was tested using triangulation, comparing information from interviews, observations, and documentation to ensure valid and accountable results.


The difference in motivations between one-night stay tourists and stay longer tourists can be seen from their length of stay, which influences their travel goals. Tourists staying only one night are more focused on comfort and tranquility, which they can enjoy in a short period. They choose tourism villages offering a peaceful, natural atmosphere, providing opportunities for rest without needing to engage in intense social or cultural activities. For them, the primary goal of the holiday is relaxation, and they tend to seek efficient and brief experiences. On the other hand, stay longer tourists view their trips as an opportunity for a deeper and richer experience. They are not only seeking peace but also opportunities to engage with local culture, learn about history, and form closer connections with the community. They are interested in more complex cultural and natural attractions, as well as activities that allow them to explore more aspects of the place they visit. A longer duration gives them the opportunity to enjoy a broader and deeper range of experiences.

Kata Kunci : Desa Wisata Nglanggeran, Durasi Menginap, Faktor Pendorong, Faktor Penarik, Motivasi

  1. S2-2025-513402-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513402-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513402-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513402-title.pdf