Pengaruh kepadatan kendaraan bermotor terhadap pencemaran karbon monoksida (CO)di sekitar pusat perbelanjaan tradisional dan modern kawasan jalan Solo dan kawasan Malioboro kota Yogyakarta
Agus Setyawan, Dr. H.A. Sudibyakto, M.S.
2007 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPencemaran karbon monoksida diudara sebagian besar disumbangkan oleh sektor transportasi. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor akan meningkatkan CO dan suhu udara. Dalam suhu yang lebih tinggi CO akan lebih mudah terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan kendaraan bermotor, kelancaran lalu lintas, dan pengaruh iklim mikro yaitu suhu udara dan kecepatan angin terhadap CO, serta mengetahui apakah CO tertinggi pada saat puncak aktivitas pasar.. Pemilihan lokasi berdasarkan pada kemungkinan lokasi ini memiliki variasi terhadap kelancaran. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan 9 titik sampel. Data primer yang diperoleh adalah data kepadatan dan kelancaran (digunakan sebagai dummy variety), suhu, CO, arah dan kecepatan angin, kelembapan. Analisis yang digunakan adalah deskriptif, analisis statistik berupa korelasi dan regresi serta analisis grafis. Kepadatan kendaraan bermotor berkorelasi positif sedang sebesar 0,410 dengan CO sedangkan kelancaran berkorelasi negatif kuat sebesar -0,796. Suhu udara berhubungan positif dengan CO dengan korelasi lemah sebesar 0,340 sedangkan kecepatan angin berhubungan negatif dengan CO dengan korelasi sedang sebesar -0,569. Persamaan regresi yCO = 9,534 + ((0,001) kendaraan) + ((0,546) suhu) ((2,946) kecepatan angin) ((4,629) kelancaran). Adjuted R square adalah 0,711 yang selalu lebih kecil dari R square.Hal ini berarti 71,1% variasi dapat dijelaskan oleh empat variabel independent sedangkan sisanya 28,9% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain. Pencemaran CO tertinggi pada saat puncak aktivitas pasar tradisional, terjadi di Pasar Demangan dan Klitikan tetapi tidak terjadi di Pasar Kranggan, Terban, dan Beringharjo. Pencemaran udara tertinggi pada saat puncak aktivitas terjadi disemua lokasi pasar modern baik yang berada di kawasan jalan solo maupun kawasan malioboro.
-
Kata Kunci : Kendaraan bermotor, CO, suhu, angin,Kota Yogyakarta,DIY