Hubungan Konsumsi Ultra-Processed Food dengan Status Gizi pada Remaja Usia 13-15 Tahun di Sekolah Negeri di Kota Yogyakarta
Umi Rosita Dewi, Dr. Rio Jati Kusuma, S.Gz., MS. ; Farah Faza, S.Gz., M.Gizi. ; Dian Caturini Sulistyoningrum., B.Sc., M.Sc.., Ph.D.
2025 | Skripsi | GIZI KESEHATAN
Latar Belakang: Permasalahan status gizi remaja menjadi isu kesehatan yang semakin mengkhawatirkan baik di tingkat global maupun nasional. Adanya perubahan pola konsumsi secara cepat membuat tren UPF obesogenik semakin dikenal luas, mudah diakses, dan banyak disukai oleh anak muda termasuk remaja di Kota Yogyakarta. Tujuan: Mengetahui hubungan konsumsi UPF obesogenik dengan status gizi pada remaja usia 13 - 15 tahun di SMP N 8 Yogyakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah observasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Subjek penelitian merupakan siswa SMP N 8 Yogyakarta yang berusia 13-15 tahun dan diambil dengan consecutive sampling. Terdapat 111 siswa yang menjadi subjek penelitian. Data asupan UPF obesogenik diambil menggunakan SQ-FFQ, sedangkan data status gizi diambil melalui pengukuran antropometri sehingga didapatkan nilai z-score IMT/U. Uji hipotesis yang digunakan yaitu Uji Korelasi Spearman dengan ? = 0,05. Penelitian ini mempertimbangkan kemungkinan variabel perancu yaitu aktivitas fisik yang diambil dengan kuisioner IPAQ-SF dan jenis kelamin. Variabel perancu dianalisis secara bivariat menggunakan Uji Korelasi Spearman dan Uji T. Hasil penelitian: Sebanyak 71% siswa tergolong gizi normal dengan Mean ± SD (Z-score IMT/U) yaitu -0,32 ± 0,78. Mayoritas siswa (50,5%) memiliki asupan energi, karbohidrat, dan lemak dari UPF obesogenik yang tergolong tinggi dengan nilai median asupan berturut-turut yaitu 553,9 (363,9 – 990,9) kkal, 76,6 (48,2 – 132) gram, serta 22,3 (15,3 – 38,7) gram. Terdapat hubungan antara asupan energi UPF obesogenik dengan status gizi (p value = 0,01), tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat UPF obesogenik dengan status gizi (p value = 0,051), terdapat hubungan antara lemak UPF obesogenik dengan status gizi (p value = 0,027). Hasil analisis menunjukan aktivitas fisik (p = 0,387) dan jenis kelamin (p = 0,08) tidak berperan sebagai perancu pada penelitian ini. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan energi dan lemak dari UPF obesogenik dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat dari UPF obesogenik dengan status gizi. Aktivitas fisik dan jenis kelamin bukan merupakan variabel perancu pada penelitian ini.
Kata Kunci : UPF Obesogenik, Status Gizi, Remaja